BPPT Wujudkan 5 Produk Alkes Buatan Lokal untuk Penanganan Covid-19
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:13 WIB
loading...
BPPT membuat lima produk inovasi alat kesehatan (alkes) untuk mendukung penanganan Covid-19. Kelima produk tersebut diluncurkan Presiden RI Joko Widodo secara virtual pada Rabu (20/5/2020). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membuat lima produk inovasi alat kesehatan (alkes) untuk mendukung penanganan Covid-19 . Kelima produk tersebut diluncurkan Presiden RI Joko Widodo secara virtual pada Rabu (20/5/2020).
BPPT melalui Satuan Tugas Riset dan Invonasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC-19) memproduksi alkes berupa RDT kit, PCR tes kit, artificial intelligence pendeteksi Covid-19, mobile laboratorium bio safety level 2, dan emergency ventilator. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa karya inovasi ini sangat dibutuhkan di tengah pandemi.
"Saya lihat sendiri, ada rapid test yang waktu saya tanya produksi berapa, sudah kira-kira 100 ribu (unit). PCR test kit sama, apakah sudah produksi, sudah, apakah sudah uji, sudah 100 ribu (unit). Kemudian ada emergency ventilator yang ini kemarin saya lihat ada karya BPPT, ITB, UI, UGM, PT Dharma, PT Poly Jaya, yang mulai dan ini tinggal produksinya," ucap Jokowi dalam sambutan yang diunggah pada kanal YouTube Setpres.
Produk inovasi dari TFRIC-19 mendorong ekosistem dalam negeri, khususnya di bidang kesehatan. Di sisi lain, berbagai produk inovasi karya anak bangas terwadahi dapat mendukung kesiapan dan ketahanan nasional kita dalam konteks penyakit menular. (Baca juga: Cegah Mudik Lokal dan Menyebarnya Covid-19, Berani Enggak Tutup Ruas Jalan saat Lebaran? ).
Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa TFRIC-19 merupakan model ekosistem inovasi yang terbangun karena adanya dorongan kebutuhan bersama. Hal tersebut terpicu karena ada rasa kebersamaan yang sangat kuat untuk berbuat sesuatu.
"Untuk itu ditegaskan olehnya, ekosistem inovasi yang sudah terbangun ini harus diteruskan dan diberi penguatan. Berbagai produk inovasi karya anak bangsa pun telah dihasilkan dari sinergi ini yang memang difokuskan untuk penanganan pandemi ini," ujar Hammam dalam keterangan pers BPPT pada Rabu(20/5/2020).
Melihat kondisi ketergantungan Indonesia ketika menghadapi pandemi ini, Hammam menyampaikan bahwa produk inovasi telah menjawab tantangan itu. "Semoga kondisi ini menjadi pembelajaran nasional yang baik dan harus kita sikapi dengan positif," terang Hammam.
BPPT melalui Satuan Tugas Riset dan Invonasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC-19) memproduksi alkes berupa RDT kit, PCR tes kit, artificial intelligence pendeteksi Covid-19, mobile laboratorium bio safety level 2, dan emergency ventilator. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa karya inovasi ini sangat dibutuhkan di tengah pandemi.
"Saya lihat sendiri, ada rapid test yang waktu saya tanya produksi berapa, sudah kira-kira 100 ribu (unit). PCR test kit sama, apakah sudah produksi, sudah, apakah sudah uji, sudah 100 ribu (unit). Kemudian ada emergency ventilator yang ini kemarin saya lihat ada karya BPPT, ITB, UI, UGM, PT Dharma, PT Poly Jaya, yang mulai dan ini tinggal produksinya," ucap Jokowi dalam sambutan yang diunggah pada kanal YouTube Setpres.
Produk inovasi dari TFRIC-19 mendorong ekosistem dalam negeri, khususnya di bidang kesehatan. Di sisi lain, berbagai produk inovasi karya anak bangas terwadahi dapat mendukung kesiapan dan ketahanan nasional kita dalam konteks penyakit menular. (Baca juga: Cegah Mudik Lokal dan Menyebarnya Covid-19, Berani Enggak Tutup Ruas Jalan saat Lebaran? ).
Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa TFRIC-19 merupakan model ekosistem inovasi yang terbangun karena adanya dorongan kebutuhan bersama. Hal tersebut terpicu karena ada rasa kebersamaan yang sangat kuat untuk berbuat sesuatu.
"Untuk itu ditegaskan olehnya, ekosistem inovasi yang sudah terbangun ini harus diteruskan dan diberi penguatan. Berbagai produk inovasi karya anak bangsa pun telah dihasilkan dari sinergi ini yang memang difokuskan untuk penanganan pandemi ini," ujar Hammam dalam keterangan pers BPPT pada Rabu(20/5/2020).
Melihat kondisi ketergantungan Indonesia ketika menghadapi pandemi ini, Hammam menyampaikan bahwa produk inovasi telah menjawab tantangan itu. "Semoga kondisi ini menjadi pembelajaran nasional yang baik dan harus kita sikapi dengan positif," terang Hammam.
Lihat Juga :