KH Hasyim Asy'ari Hilang di Draf Kamus Sejarah Indonesia, PKS: Ini Keteledoran

Selasa, 20 April 2021 - 12:38 WIB
loading...
KH Hasyim Asyari Hilang...
Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini menyoroti beredarnya draf naskah Kamus Sejarah Indonesia yang tidak mencantumkan KH Hasyim Asy'ari , Pendiri Nahdatul Ulama (NU), sebagai tokoh yang berperan besar dalam sejarah perjuangan dan kemerdekaan Indonesia. Anehnya sejumlah nama asing justru muncul.

Menurut beberapa sumber, draf buku itu yang dipersiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun, Kemendikbud telah membantah bahwa draf yang beredar berupa salinan softcopy tidak resmi dan bukan dari Kemendikbud. Saat ini Kemendikbud sedang menyempurnakan buku Kamus Sejarah Indonesia.

Menurut Jazuli, hal ini merupakan keteledoran dan menunjukkan ketidakpahaman tim penyusun tentang sejarah bangsa. Siapa pun yang menyusun dan menyebarkan jika ada unsur kesengajaan, ini bentuk pengkhianatan terhadap sejarah bangsa. Maka buku tersebut atau kalau masih draf buku sekali pun harus segera ditarik dari peredaran karena bisa menyesatkan anak bangsa.

Baca juga: Hari Santri Nasional, Jokowi Singgung Perjuangan Kiai Hasyim Asyari

"Seluruh anak bangsa harus paham secara utuh sejarah bangsa Indonesia dan tidak boleh ada yang memutus mata rantai sejarah perjalanan bangsa. Karena itu kalau hal ini disengaja merupakan pengkhianatan terhadap sejarah," kata Jazuli dalam keterangannya, Selasa (20/4/2021).

Anggota Komisi I DPR ini menegaskan, Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari sebagai pendiri NU mutlak masuk dalam dokumen sejarah manapun, karena peran dan kiprahnya yang luar biasa baik pada masa penjajahan maupun kemerdekaan, baik sebagai tokoh bangsa maupun pahlawan nasional.

"Hadratus Syekh Hasyim sebagai pendiri NU dengan Resolusi Jihad-nya yang terkenal mampu membangkitkan semangat juang rakyat Indonesia. Juga perannya sebagai rujukan ketika bangsa ini membentuk dasar negara dan konstitusi bernegara. Jangan putus mata rantai sejarah tersebut. Jangan lupakan jasa ulama besar bangsa ini," katanya.

Baca juga: Kisah Masjid Selawe dan Silsilah Lahirnya Pendiri NU KH Hasyim Asyari

Menurut Jazuli, semua anak bangsa harus memahami ideologi negara dan sejarahnya. Ini menjadi tugas Kemendikbud untuk menyusun kurikulum dan materi-materi kebangsaan yang valid dan tidak ada penyimpangan serta diwajibkan untuk diajarkan di sekolah-sekolah dari tingkat dasar hingga SMA.

"Pemerintah harus segera klarifikasi dan tarik draf naskah yang beredar tersebut, serta mengusut motif tidak dicantumkannya Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari," kata Jazuli.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Heroik Try Sutrisno,...
Kisah Heroik Try Sutrisno, Jadi Informan bagi Pejuang Kemerdekaan saat Melawan Penjajah
Jazuli: RUU BPIP Momentum...
Jazuli: RUU BPIP Momentum Revitalisasi Pancasila di Tengah Turbulensi Dunia
Fraksi PKS Dukung Lawatan...
Fraksi PKS Dukung Lawatan Prabowo ke PBB Momentum Perkuat Diplomasi Indonesia
Resmi, Sukamta Gantikan...
Resmi, Sukamta Gantikan Aher sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR dari F-PKS
Abdul Kharis Jadi Ketua...
Abdul Kharis Jadi Ketua Fraksi PKS Pengganti Jazuli Juwaini, Aher Menjadi Ketua BAM DPR
Kejagung Buka Peluang...
Kejagung Buka Peluang Periksa Eks Mendikbud di Kasus Korupsi Pengadaan Laptop
Sosok Mayor Madmuin...
Sosok Mayor Madmuin Hasibuan, Pimpin TKR Laoet Bertempur Melawan Tentara Sekutu
Kisah Letkol Imam Syafiie...
Kisah Letkol Imam Syafiie Tolak Tawaran Bung Karno Jadi Komandan Cakrabirawa
Kisah Pertempuran Pasukan...
Kisah Pertempuran Pasukan Kapten Tubagus Muslihat Pukul Mundur Penjajah Inggris dan Sekutu dari Kota Bogor
Rekomendasi
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Berita Terkini
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved