Pelaku Travel Terdisrupsi Pandemi, Sandiaga Dorong Perkuat Kolaborasi
Jum'at, 16 April 2021 - 18:32 WIB
loading...
A
A
A
"Terkait dana hibah pariwisata, kami akan perluas. Bukan hanya untuk usaha hotel dan restoran saja, tetapi juga menyasar biro-biro perjalanan hingga pramuwisata dengan harapan usaha dan lapangan kerja kembali terbuka," terang Mas Menteri.
Meski tengah berada di posisi sulit, Sandiaga justru melihat ada geliat kebangkitan travel agent di tengah disrupsi teknologi dan pandemi. Hal itu tampak pada upaya travel agent konfensional memberikan layanan cepat bagi para pelanggan yang hendak menjadwalkan ulang perjalanan mereka akibat kebijakan pembatasan perjalanan yang diterapkan pemerintah.
"Travel agent memang bisnis yang sangat dekat dengan human capital dan dalam transformasi ini memasukkan teknologi. Meski sangat terbantukan kita tidak bisa menghilangkan peran dari travel agent sendiri," kata Sandiaga.
"Hasil diskusi dengan Amadeus, ternyata ada kebangkita travel agent-travel agent yang dekat dengan tempat tinggal para pelanggan, karena kekecewaan para pelanggan atas refund yang sangat lama oleh perusahaan-perusahaan online. Sementara travel agent-travel agent yang dioperasikan secara tradisional ini jauh lebih bisa melayani para pelanggan. Saya pikir ini adalah salah satu celah yang saya rasa bisa kita ambil alih," imbuh Sandiaga.
Meski tengah berada di posisi sulit, Sandiaga justru melihat ada geliat kebangkitan travel agent di tengah disrupsi teknologi dan pandemi. Hal itu tampak pada upaya travel agent konfensional memberikan layanan cepat bagi para pelanggan yang hendak menjadwalkan ulang perjalanan mereka akibat kebijakan pembatasan perjalanan yang diterapkan pemerintah.
"Travel agent memang bisnis yang sangat dekat dengan human capital dan dalam transformasi ini memasukkan teknologi. Meski sangat terbantukan kita tidak bisa menghilangkan peran dari travel agent sendiri," kata Sandiaga.
"Hasil diskusi dengan Amadeus, ternyata ada kebangkita travel agent-travel agent yang dekat dengan tempat tinggal para pelanggan, karena kekecewaan para pelanggan atas refund yang sangat lama oleh perusahaan-perusahaan online. Sementara travel agent-travel agent yang dioperasikan secara tradisional ini jauh lebih bisa melayani para pelanggan. Saya pikir ini adalah salah satu celah yang saya rasa bisa kita ambil alih," imbuh Sandiaga.
(maf)
Lihat Juga :