Jokowi Diminta Lanjutkan Bansos Beras
Jum'at, 16 April 2021 - 11:15 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) diminta melanjutkan program bantuan sosial beras (BSB). Pasalnya, BSB dinilai program jaring pengaman sosial di saat Covid-19 yang efektif untuk menjaga harga beras di pasar dan tidak memberatkan masyarakat yang tidak masuk kategori Keluarga Penerima Manfaat yang telah lulus Program Keluarga Harapan (KPM PKH).
"Selain itu juga program BSB memiliki dampak terhadap kehidupan petani di Indonesia. Saat program BSB dijalankan serapan gabah atau beras petani oleh Bulog menjadi lebih meningkat. Sehingga indeks kehidupan petani dari sisi kesejahteraannya," ujar Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/4/2021)
Baca juga: WNI Bobol Bansos COVID-19 Amerika, Simak Selengkapnya di iNews Siang Jumat Pukul 11.00 WIB
Hal tersebut, kata dia, bisa dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Juli 2020 mengalami kenaikan yang cukup tajam. Bahkan, kata dia, angkanya mencapai 100,09 atau naik 0,49 persen jika dibanding dengan NTP sebelumnya. Kenaikan terjadi lantaran Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,47 persen.
Selain itu, kata dia, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) secara nasional juga mengalami kenaikan sebesar 100,53 atau 0,28 persen. Angka itu dinilai jauh lebih besar jika dibanding NTUP sebelum adanya program BSB oleh pemerintah yang dilaksanakan oleh Bulog.
"Selain itu juga program BSB memiliki dampak terhadap kehidupan petani di Indonesia. Saat program BSB dijalankan serapan gabah atau beras petani oleh Bulog menjadi lebih meningkat. Sehingga indeks kehidupan petani dari sisi kesejahteraannya," ujar Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/4/2021)
Baca juga: WNI Bobol Bansos COVID-19 Amerika, Simak Selengkapnya di iNews Siang Jumat Pukul 11.00 WIB
Hal tersebut, kata dia, bisa dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Juli 2020 mengalami kenaikan yang cukup tajam. Bahkan, kata dia, angkanya mencapai 100,09 atau naik 0,49 persen jika dibanding dengan NTP sebelumnya. Kenaikan terjadi lantaran Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,47 persen.
Selain itu, kata dia, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) secara nasional juga mengalami kenaikan sebesar 100,53 atau 0,28 persen. Angka itu dinilai jauh lebih besar jika dibanding NTUP sebelum adanya program BSB oleh pemerintah yang dilaksanakan oleh Bulog.
Lihat Juga :