Mendagri Minta Kepala Daerah Terpilih Kendalikan Laju Penularan Covid-19
Rabu, 14 April 2021 - 19:06 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian mengimbau agar kepala daerah terpilih melakukan pengendalian terhadap laju pandemi COVID-19. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri ( Mendagri ) Tito Karnavian mengimbau agar kepala daerah terpilih melakukan pengendalian terhadap laju pandemi COVID-19. Ia mengingatkan bahwa kepala daerah merupakan Kepala Satgas Penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing.
Tito membeberkan sejumlah indikator dari keberhasilan pengendalian COVID-19. Salah satunya adalah turunnya angka positif. "Testingnya meningkat, tetapi memang angkanya (positifnya) yang rendah, karena kasusnya menurun," katanya dikutip dari pers rilis Puspen Kemendagri, Rabu (14/4/2021).
Lalu indikator lainnya adalah tingginya angka kesembuhan. Di mana hal ini dilakukan dengan meningkatkan perawatan kepada pasien COVID-19.
Baca juga: Update Covid-19: 1.583.182 Orang Positif, 1.431.158 Sembuh dan 42.906 Meninggal
Indikator selanjutnya yakni angka kematian yang rendah. Salah satu ukuran untuk melihat angka kematian akibat COVID-19 rendah adalah melihat data di Dukcapil.
"Dukcapil itu memiliki angka kematian, orang meninggal biasanya buat akta (kematian). Bila ternyata tidak terjadi lonjakan kematian, baik berdasarkan data Dinas Dukcapil maupun rumah sakit, itu berarti menunjukkan bahwa angka kematian akibat COVID-19 betul-betul rendah," ujarnya.
Tito membeberkan sejumlah indikator dari keberhasilan pengendalian COVID-19. Salah satunya adalah turunnya angka positif. "Testingnya meningkat, tetapi memang angkanya (positifnya) yang rendah, karena kasusnya menurun," katanya dikutip dari pers rilis Puspen Kemendagri, Rabu (14/4/2021).
Lalu indikator lainnya adalah tingginya angka kesembuhan. Di mana hal ini dilakukan dengan meningkatkan perawatan kepada pasien COVID-19.
Baca juga: Update Covid-19: 1.583.182 Orang Positif, 1.431.158 Sembuh dan 42.906 Meninggal
Indikator selanjutnya yakni angka kematian yang rendah. Salah satu ukuran untuk melihat angka kematian akibat COVID-19 rendah adalah melihat data di Dukcapil.
"Dukcapil itu memiliki angka kematian, orang meninggal biasanya buat akta (kematian). Bila ternyata tidak terjadi lonjakan kematian, baik berdasarkan data Dinas Dukcapil maupun rumah sakit, itu berarti menunjukkan bahwa angka kematian akibat COVID-19 betul-betul rendah," ujarnya.
Lihat Juga :