Megawati Siap Turun Tahta di PDIP, namun Tanda-tanda Restunya Belum Tampak
Selasa, 13 April 2021 - 15:05 WIB
loading...
Belum ada tanda-tanda restu dari Megawati Soekarnputri soal siapa yang akan menggantikannya. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Megawati Soekarnoputri di hadapan kadernya sudah menyatakan siap turun tahta di PDIP. Dia mengajukan syarat agar penggantinya adalah sosok yang bisa mempertahankan kebesaran PDIP .
Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam memandang proses transisi kepemimpinan di tubuh PDIP memunculkan kompetisi dua faksi dari dalam trah keluarga Soekarno, yakni Puan Maharani dan Prananda Prabowo, yang keduanya adalah anak biologis dari Soekarnoputri.
Hal itu dikatakan Umam menanggapi regenerasi kepemimpinan di tubuh partai banteng moncong putih jika suatu saat Megawati memberikan tongkat estafet kepemipinan partai tersebut.
"Hal ini menunjukkan besarnya potensi faksionalisme dan konflik keluarga di dalam kekuatan inti PDIP. Jika tidak diantisipasi, faksionalisme antara kekuatan Puan & Prananda bisa mengintai soliditas PDIP ke depan," ujarnya, Selasa (13/4/2021).
Baca juga: Soal Pertemuan Jokowi-Megawati Terkait Reshuffle, Ini Jawaban Sekjen PDIP
Menurut Umam, memang sudah saatnya PDIP melakukan regenerasi kepemimpinan. Untuk itu, Megawati yang menjadi patron politik partai ini harus bisa menjembatani proses transisi ini menjadi lebih stabil dan tidak berimbas pada menguatnya faksionalisme dan konflik di internal keluarga trah Soekarno.
"Secara kalkulasi politik, tentu Puan Maharani memiliki potensi lebih besar memenangkan kompetisi, karena Puan sudah lama dan intensif tampil sebagai simbol dan wakil Megawati, disaat Prananda yang selama ini cenderung mengindar tampil di hadapan publik," ungkap dia.
Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam memandang proses transisi kepemimpinan di tubuh PDIP memunculkan kompetisi dua faksi dari dalam trah keluarga Soekarno, yakni Puan Maharani dan Prananda Prabowo, yang keduanya adalah anak biologis dari Soekarnoputri.
Hal itu dikatakan Umam menanggapi regenerasi kepemimpinan di tubuh partai banteng moncong putih jika suatu saat Megawati memberikan tongkat estafet kepemipinan partai tersebut.
"Hal ini menunjukkan besarnya potensi faksionalisme dan konflik keluarga di dalam kekuatan inti PDIP. Jika tidak diantisipasi, faksionalisme antara kekuatan Puan & Prananda bisa mengintai soliditas PDIP ke depan," ujarnya, Selasa (13/4/2021).
Baca juga: Soal Pertemuan Jokowi-Megawati Terkait Reshuffle, Ini Jawaban Sekjen PDIP
Menurut Umam, memang sudah saatnya PDIP melakukan regenerasi kepemimpinan. Untuk itu, Megawati yang menjadi patron politik partai ini harus bisa menjembatani proses transisi ini menjadi lebih stabil dan tidak berimbas pada menguatnya faksionalisme dan konflik di internal keluarga trah Soekarno.
"Secara kalkulasi politik, tentu Puan Maharani memiliki potensi lebih besar memenangkan kompetisi, karena Puan sudah lama dan intensif tampil sebagai simbol dan wakil Megawati, disaat Prananda yang selama ini cenderung mengindar tampil di hadapan publik," ungkap dia.
Lihat Juga :