Sandiaga Sebut Bidang Kreatif Harus Terus Digeber di Masa Krisis
Sabtu, 10 April 2021 - 22:13 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan setiap bisnis yang baik dimulai saat sebuah krisis terjadi. Begitu pula dengan industri kreatif di masa krisis. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan setiap bisnis yang baik dimulai saat sebuah krisis terjadi. Begitu pula dengan industri kreatif, bisnis di sektor tersebut bisa digerakkan di masa krisis.
Baca juga: Sandiaga Optimistis Wisata Petualangan Indonesia Bisa Nomor 1 di ASEAN
Sandiaga mengatakan, butuh orang-orang yang memiliki inovasi untuk menggerakkan industri ekonomi kreatif di masa krisis. Ketika sebuah bisnis sudah menemui jalan buntu, orang yang memiliki inovasi akan mampu melakukan lompatan-lompatan untuk keluar dari krisis.
"Saya lihat pariwisata memang jeblok. Tapi kita harus merubah satu kesulitan menjadi peluang. Nah saya lihat ini sebagai satu kesempatan sektor pariwisata dan leisure untuk melakukan inovasi, dan siapa yang melakukan? Para pelaku ekonomi kreatif," kata Sandiaga dalam acara BNI Creativepreneur Conference 2021, Jumat (9/4/2021).
Baca juga: BVT Luncurkan Lokasi Intelligence 2.0, Sandiaga Uno Berharap Pelaku Ekonomi Kreatif Semakin Terpetakan
Sandiaga yang juga seorang entrepreneur bercerita bagaimana dirinya memulai jasa konsultan keuangan. Bisnis itu ia mulai saat krisis keuangan melanda Asia tahun 1997. Bisnis itu dirintia bersama dengan 3 orang temannya.
"Saat krisis itu kami melakukan inovasi, hingga akhirnya menjadi salah satu perusahaan investasi yang membuka lapangan kerja bagi 30.000 karyawan di seluruh Indonesia," kata Mas Menteri.
Lebih lanjut Sandiaga menjelaskan, ke depan ekonomi bangsa Indonesia akan dipimpin oleh anak-anak muda. Untuk itu, ia berpesan kepada anak-anak muda untuk menerapkan 3G yaitu Gercep, Geber, dan Gaspol.
Gercep adalah memanfaatkan waktu untuk mengambil peluang yang ada. Kedua adalah Geber yaitu gerak bersama. Sandi mengungkapkan dalam memulai sebuah bisnis tidak bisa bergerak sendiri-sendiri, harus ada kolaborasi.
"Yang ketiga adalah Gaspol, garap semua potensi. Jadi kalau sekarang kita hanya bilang 'waduh bisnis ini susah', lakukan adaptasi, inovasi, dan juga kolaborasi. Dengan menggarap semua potensi sooner or later, you'll find your secret sauce to success," kata Sandiaga.
"Dan saya yakin kita mampu untuk keluar dari pandemi ini dan kita akan mampu menjadi pemenang yang membanggakan untuk generasi ke depan," imbuh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.
Baca juga: Sandiaga Optimistis Wisata Petualangan Indonesia Bisa Nomor 1 di ASEAN
Sandiaga mengatakan, butuh orang-orang yang memiliki inovasi untuk menggerakkan industri ekonomi kreatif di masa krisis. Ketika sebuah bisnis sudah menemui jalan buntu, orang yang memiliki inovasi akan mampu melakukan lompatan-lompatan untuk keluar dari krisis.
"Saya lihat pariwisata memang jeblok. Tapi kita harus merubah satu kesulitan menjadi peluang. Nah saya lihat ini sebagai satu kesempatan sektor pariwisata dan leisure untuk melakukan inovasi, dan siapa yang melakukan? Para pelaku ekonomi kreatif," kata Sandiaga dalam acara BNI Creativepreneur Conference 2021, Jumat (9/4/2021).
Baca juga: BVT Luncurkan Lokasi Intelligence 2.0, Sandiaga Uno Berharap Pelaku Ekonomi Kreatif Semakin Terpetakan
Sandiaga yang juga seorang entrepreneur bercerita bagaimana dirinya memulai jasa konsultan keuangan. Bisnis itu ia mulai saat krisis keuangan melanda Asia tahun 1997. Bisnis itu dirintia bersama dengan 3 orang temannya.
"Saat krisis itu kami melakukan inovasi, hingga akhirnya menjadi salah satu perusahaan investasi yang membuka lapangan kerja bagi 30.000 karyawan di seluruh Indonesia," kata Mas Menteri.
Lebih lanjut Sandiaga menjelaskan, ke depan ekonomi bangsa Indonesia akan dipimpin oleh anak-anak muda. Untuk itu, ia berpesan kepada anak-anak muda untuk menerapkan 3G yaitu Gercep, Geber, dan Gaspol.
Gercep adalah memanfaatkan waktu untuk mengambil peluang yang ada. Kedua adalah Geber yaitu gerak bersama. Sandi mengungkapkan dalam memulai sebuah bisnis tidak bisa bergerak sendiri-sendiri, harus ada kolaborasi.
"Yang ketiga adalah Gaspol, garap semua potensi. Jadi kalau sekarang kita hanya bilang 'waduh bisnis ini susah', lakukan adaptasi, inovasi, dan juga kolaborasi. Dengan menggarap semua potensi sooner or later, you'll find your secret sauce to success," kata Sandiaga.
"Dan saya yakin kita mampu untuk keluar dari pandemi ini dan kita akan mampu menjadi pemenang yang membanggakan untuk generasi ke depan," imbuh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.
(maf)
Lihat Juga :