Pelatihan Online Kartu Prakerja Dinilai Bisa Jadi Skandal Paling Memalukan
Rabu, 20 Mei 2020 - 16:14 WIB
loading...
A
A
A
Di samping itu, dia mengapresiasi munculnya inisiatif sekelompok masyarakat dengan meluncurkan website Prakerja.org yang memberikan layanan layaknya program Kartu Prakerja, namun tanpa dipungut biaya alias secara gratis. Anggota Komisi I DPR RI ini mengatakan website Prakerja.org itu merupakan kreatifitas anak bangsa yang patut diacungi dua jempol sekaligus.
"Mereka peduli bangsa dengan cara yang smart manfaatkan penggunaan internet sehingga bisa diakes secara luas oleh masyarakat, khususnya usia muda yang banyak menggunakan akses internet, sangat membantu untuk pengembangan diri sebagai bekal mendapatkan pekerjaan yang layak," jelasnya.
Sukamta menilai keberadaan website Prakerja.org ini menjadi kritik paling nyata terhadap penyelenggaran program Kartu Prakerja pemerintah yang menggunakan anggaran negara senilai Rp20 triliun, termasuk di dalamnya pelatihan secara online yang melibatkan 8 platform digital di antaranya merupakan perusahan-perusahaan besar seperti Tokopedia, Ruangguru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir dan Kemenaker.
"Website Prakerja.org ini setidaknya membuktikan secara nyata dua hal, pertama pelatihan online bisa diakses secara luas oleh masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya. Tidak perlu habiskan anggaran rakyat senilai Rp5,6 triliun sebagaimana yang dilakukan oleh pemerintah bersama 8 platform digital, yang ternyata dengan anggaran sebesar itu juga tidak memberi jaminan peserta akan mendapatkan pekerjaan," katanya. (Baca juga: Pelatihan Online di Kartu Prakerja Tidak Lebih Baik dari Konten Gratis Youtube)
Kemudian, kata dia, walaupun secara gratis, website Prakerja.org itu juga bisa menyediakan materi-materi ketrampilan pelatihan kerja yang juga berkualitas. "Jadi yang berkualitas juga bisa disediakan secara gratis, di internet banyak hal bisa didapatkan. Mestinya dengan kondisi bangsa yang tengah kesulitan keuangan karena dampak COVID-19, pemerintah bisa hemat anggaran dan gunakan untuk hal yang paling prioritas," pungkasnya.
"Mereka peduli bangsa dengan cara yang smart manfaatkan penggunaan internet sehingga bisa diakes secara luas oleh masyarakat, khususnya usia muda yang banyak menggunakan akses internet, sangat membantu untuk pengembangan diri sebagai bekal mendapatkan pekerjaan yang layak," jelasnya.
Sukamta menilai keberadaan website Prakerja.org ini menjadi kritik paling nyata terhadap penyelenggaran program Kartu Prakerja pemerintah yang menggunakan anggaran negara senilai Rp20 triliun, termasuk di dalamnya pelatihan secara online yang melibatkan 8 platform digital di antaranya merupakan perusahan-perusahaan besar seperti Tokopedia, Ruangguru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir dan Kemenaker.
"Website Prakerja.org ini setidaknya membuktikan secara nyata dua hal, pertama pelatihan online bisa diakses secara luas oleh masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya. Tidak perlu habiskan anggaran rakyat senilai Rp5,6 triliun sebagaimana yang dilakukan oleh pemerintah bersama 8 platform digital, yang ternyata dengan anggaran sebesar itu juga tidak memberi jaminan peserta akan mendapatkan pekerjaan," katanya. (Baca juga: Pelatihan Online di Kartu Prakerja Tidak Lebih Baik dari Konten Gratis Youtube)
Kemudian, kata dia, walaupun secara gratis, website Prakerja.org itu juga bisa menyediakan materi-materi ketrampilan pelatihan kerja yang juga berkualitas. "Jadi yang berkualitas juga bisa disediakan secara gratis, di internet banyak hal bisa didapatkan. Mestinya dengan kondisi bangsa yang tengah kesulitan keuangan karena dampak COVID-19, pemerintah bisa hemat anggaran dan gunakan untuk hal yang paling prioritas," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :