Penyebab Jaringan Teroris Lakukan Serangan Sporadis
Sabtu, 03 April 2021 - 17:55 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, sambung Wawan, penyebab lainnya karena awalnya ada perintah serangan dari ISIS yang kemudian terus diikuti oleh seluruh elemen yang menjadi afiliasinya di berbagai wilayah di dunia. Mereka mencoba aplikasikan dengan segala yang ada, karena jaringan ini sudah berbaiat dengan ISIS, termasuk MIT.
"Mereka tetap terngiang bagaimana ingin mewujudkan itu dan Indonesia menjadi target untuk melakukan langkah-langkah ataupun misalnya kenapa berikutnya menyerang kepolisian, karena kepolisian yang membendung langkah mereka. Itu yang menjadi pemikiran. Maka capacity building yang terus kita tingkatkan," papar Wawan.
Baca juga: Dorong Pencegahan Terorisme, Alissa Wahid Ajak Berbagai Pihak Lebih Peka
Wawan mengakui bahwa bubarnya ISIS ini membuat jaringan teroris melakukan serangan secara sporadis. Mereka pun mengubah pola, mereka ingin mengajak bergabung di Marawi, Filipina Selatan, karena mereka lebih dekat dan wilayah di Indonesia memungkinkan untuk langkah seperti itu.
"Kita tidak ingin wilayah ini menjadi wilayah yang terus bermasalah. Untuk itu kita dengan wilayah ASEAN terus berkoordinasi untuk membendung ini karena banyak orang Indonesia juga yang tiba di sana, demikian pula sebaliknya. Ini menjadi counter tersendiri yang perlu dilakukan bersama-sama, tidak bisa sendiri-sendiri, ormas-ormas, OKP, tokoh agama, tokoh masyarakat, napiter kita libatkan untuk membendung," tuturnya.
"Mereka tetap terngiang bagaimana ingin mewujudkan itu dan Indonesia menjadi target untuk melakukan langkah-langkah ataupun misalnya kenapa berikutnya menyerang kepolisian, karena kepolisian yang membendung langkah mereka. Itu yang menjadi pemikiran. Maka capacity building yang terus kita tingkatkan," papar Wawan.
Baca juga: Dorong Pencegahan Terorisme, Alissa Wahid Ajak Berbagai Pihak Lebih Peka
Wawan mengakui bahwa bubarnya ISIS ini membuat jaringan teroris melakukan serangan secara sporadis. Mereka pun mengubah pola, mereka ingin mengajak bergabung di Marawi, Filipina Selatan, karena mereka lebih dekat dan wilayah di Indonesia memungkinkan untuk langkah seperti itu.
"Kita tidak ingin wilayah ini menjadi wilayah yang terus bermasalah. Untuk itu kita dengan wilayah ASEAN terus berkoordinasi untuk membendung ini karena banyak orang Indonesia juga yang tiba di sana, demikian pula sebaliknya. Ini menjadi counter tersendiri yang perlu dilakukan bersama-sama, tidak bisa sendiri-sendiri, ormas-ormas, OKP, tokoh agama, tokoh masyarakat, napiter kita libatkan untuk membendung," tuturnya.
Lihat Juga :