Tanggapi Moeldoko, Wasekjen Demokrat: Seolah Dia Paling Hebat di Republik
Senin, 29 Maret 2021 - 07:51 WIB
loading...
Wasekjen DPP Partai Demokrat, Irwan menanggapi sinis soal pernyataan Ketum Demokrat versi KLB Sibolangit, Moeldoko lewat akun Instagram pribadinya bahwa tindakannya merebut Demokrat adalah untuk menyelamatkan negara. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat , Irwan menanggapi sinis soal pernyataan Ketua Umum (Ketum) Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Sibolangit, Moeldoko lewat akun Instagram pribadinya bahwa tindakannya merebut Demokrat adalah untuk menyelamatkan negara.
Padahal, Moeldoko tidak pernah didaulat oleh Partai Demokrat secara institusional. Justru Moeldoko terlibat aktif bersama-sama dengan oknum eksternal Partai Demokrat dan oknum internal melakukan gerakan pengambilalihan kepemimpinan (GPK-PD) secara inkonstitusional. Baca juga: Fitnah SBY, Rachland: Bayangkan Bila Moeldoko Berkuasa Apa yang Akan Dilakukan pada Jokowi
"Bahkan dalam rangkaian fakta tersebut, justru Moeldoko terlihat sebagai mastermind atau sebagai otak dan pelaku utama yang mengomandoi kegiatan pengambilalihan," ujar pria yang akrab disapa Irwan Fecho kepada wartawan, Senin (29/3/2021).
Politikus Senayan ini menjelaskan, Partai Demokrat juga terus mencermati situasi politik nasional dan Demokrat memiliki rumus sendiri dalam melihat potret dan dinamika tersebut, sebagaimana partai lain yang punya potret sendiri-sendiri. Pernyataan Moeldoko seolah-olah dia adalah resep mujarab memulihkan situasi atau situasi tersebut, dan merupakan pembenaran atas langkah yang diambilnya.
"Sesungguhnya menunjukkan Moeldoko seolah dia paling hebat di Republik dan secara tidak langsung mau mengatakan kekuasaan dan kekuatan Jokowi saat ini tidak mampu mengatasi situasi politik yang dimaksud oleh Moeldoko sehingga Demokrat perlu diambil paksa," jelasnya.
Padahal, Moeldoko tidak pernah didaulat oleh Partai Demokrat secara institusional. Justru Moeldoko terlibat aktif bersama-sama dengan oknum eksternal Partai Demokrat dan oknum internal melakukan gerakan pengambilalihan kepemimpinan (GPK-PD) secara inkonstitusional. Baca juga: Fitnah SBY, Rachland: Bayangkan Bila Moeldoko Berkuasa Apa yang Akan Dilakukan pada Jokowi
"Bahkan dalam rangkaian fakta tersebut, justru Moeldoko terlihat sebagai mastermind atau sebagai otak dan pelaku utama yang mengomandoi kegiatan pengambilalihan," ujar pria yang akrab disapa Irwan Fecho kepada wartawan, Senin (29/3/2021).
Politikus Senayan ini menjelaskan, Partai Demokrat juga terus mencermati situasi politik nasional dan Demokrat memiliki rumus sendiri dalam melihat potret dan dinamika tersebut, sebagaimana partai lain yang punya potret sendiri-sendiri. Pernyataan Moeldoko seolah-olah dia adalah resep mujarab memulihkan situasi atau situasi tersebut, dan merupakan pembenaran atas langkah yang diambilnya.
"Sesungguhnya menunjukkan Moeldoko seolah dia paling hebat di Republik dan secara tidak langsung mau mengatakan kekuasaan dan kekuatan Jokowi saat ini tidak mampu mengatasi situasi politik yang dimaksud oleh Moeldoko sehingga Demokrat perlu diambil paksa," jelasnya.
Lihat Juga :