Patuhi Hukum dan Aturan adalah Bentuk Kesalehan Bernegara
Rabu, 24 Maret 2021 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) ini menyatakan kekahwatirannya terhadap kondisi yang sedang berlangsung di Tanah Air mengenai bahaya radikalisme, sebuah tragedi kemanusiaan yang mengatasnamakan agama.
”Dewasa ini banyak sekali orang yang mengaku paling beragama namun malah menyampaikan ujaran kebencian, caci maki serta hujatan termasuk kepada pemerintah dan hukum negara ini,” kata Ken.Baca juga: Penerapan Soft Approach oleh Densus 88 Dalam Menangani Terorisme Diapresiasi
Dia menilai media sosial berperan besar atas informasi yang begitu cepat termasuk informasi yang bersifat hoaks. Informasi yang sulit dibendung ini, termasuk hoaks dan propaganda anti-Pancasila semakin mengekskalasi dan mengikis nilai-nilai kebhinnekaan.
Menurut dia, hal seperti itu seharusnya disikapi secara kritis, apalagi jika yang disampaikan adalah hujatan dan caci maki. ”Seluruh elemen masyarakat harus cerdas menyikapi kondisi tersebut dengan cara mengkampanyekan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika,” ungkapnya.
Selain itu, dia menyebutkan bahwa saat ini semua harus menerima realita di lapangan, bahwa anak usia dini bahkan sudah dipaksa menelan ideologi radikal dari oknum-oknum yang memanipulasi agama untuk menentang hukum dan aturan yang ada.
”Dewasa ini banyak sekali orang yang mengaku paling beragama namun malah menyampaikan ujaran kebencian, caci maki serta hujatan termasuk kepada pemerintah dan hukum negara ini,” kata Ken.Baca juga: Penerapan Soft Approach oleh Densus 88 Dalam Menangani Terorisme Diapresiasi
Dia menilai media sosial berperan besar atas informasi yang begitu cepat termasuk informasi yang bersifat hoaks. Informasi yang sulit dibendung ini, termasuk hoaks dan propaganda anti-Pancasila semakin mengekskalasi dan mengikis nilai-nilai kebhinnekaan.
Menurut dia, hal seperti itu seharusnya disikapi secara kritis, apalagi jika yang disampaikan adalah hujatan dan caci maki. ”Seluruh elemen masyarakat harus cerdas menyikapi kondisi tersebut dengan cara mengkampanyekan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika,” ungkapnya.
Selain itu, dia menyebutkan bahwa saat ini semua harus menerima realita di lapangan, bahwa anak usia dini bahkan sudah dipaksa menelan ideologi radikal dari oknum-oknum yang memanipulasi agama untuk menentang hukum dan aturan yang ada.
Lihat Juga :