PKS Desak Pemerintah Serius Merespons Vaksin Nusantara untuk Ditindaklanjuti

Selasa, 23 Maret 2021 - 17:01 WIB
loading...
PKS Desak Pemerintah...
Anggota DPR Fraksi PKS, Anshori Siregar mendesak BPOM segera mengeluarkan PPUI tahap II bagi kandidat vaksin Nusantara agar penelitian dapat dituntaskan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Muncul dorongan dari Anggota DPR agar Vaksin Nusantara buatan anak bangsa segera terwujud. Dukungan dan dorongan itu mewarnai interupsi dalam Rapat Paripurna (Rapur) di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Terawan Akan Terus Kembangkan Vaksin Nusantara

Anggota DPR Fraksi PKS, Anshori Siregar mendesak BPOM RI segera mengeluarkan Persetujuan Pengujian Uji Klinis (PPUI) tahap II bagi kandidat vaksin Nusantara agar penelitian dapat dituntaskan.

Baca juga: Soal Vaksin Nusantara, Epidemiolog Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi

"Untuk itu, saya mohon pimpinan DPR RI mengirim surat kepada pemerintah agar vaksin nusantara ini segera terwujud. Kita usahakan, kita hindari jangan sampai ada tangan-tangan terwujudnya vaksin nusantara atau vaksin produk bangsa kita sendiri," ujarnya.

Senada dengan Anshori, Anggota Fraksi PKB, Nihayatul Mafiroh mengaku pihaknya mengapresiasi pimpinan DPR yang telah mengambil keputusan untuk mendukung vaksin buatan anak negeri ini. Menurutnya, pandemi Covid-19 momentum bagi bangsa untuk menunjukkan kedaulatan di bidang kesehatan.

Baca juga: Soal Vaksin Nusantara, Jokowi: Harus Sesuai Kaidah Keilmuan dan Libatkan Ahli

"Bagaimana kita selama ini tidak memiliki kemandirian obat seluruh obat yang kita miliki masih bergantung pada luar negeri. Bahkan ada yang paling sedikit pak pimpinan kita ini memiliki uji obat namanya TCN ini adalah alat untuk menguji turbukolosis ini bisa digunakan untuk menguji Covid-19 dengan memakai tambahan alat Tetrit," tutur Nihayatul.

"Kita tetrit ini masih tergantung pada luar negeri, tetrit dalam seminggu seluruh Indonesia hanya dapat jatah 6000, 6000 tetrit ini harus dibagi ke seluruh Indonesia tentu ini sangat tidak mencukupi," imbuh perempuan yang akrab disapa Ninik itu.

Lebih lanjut Ninik mengatakan, dari situ bisa digambarkan secara kemandirian bahwa obat kemandirian kesehatan tidak memiliki kekuatan. Dengan begitu, ketika vaksin Nusantara dan vaksin merah putih dihambat lajunya bahkan sudah masuk fase pertama lalu disuruh mundur lagi tentu ini menjadi keprihatinan semua anak bangsa.

"Oleh sebab itu kita saya pribadi mendukung pimpinan untuk segera mengambil sikap DPR RI agar vaksin Nusantara ini segara di tindaklanjuti karena ini satu-satunya yang akan menjadi vaksin yang dimiliki anak bangsa dan menjadikan kita bangga akan Indonesia memiliki kedaulatan kesehatan," pungkas dia.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad memandang, pada saat rapat kerja Komisi IX dengan Kemenkes, BPOM dan Kemenristek sudah menyampaikan dukungan itu. Namun disayangkan, BPOM kemudian membuat statement atau surat yang menafikan hasil rapat kerja tersebut.

"Oleh karena itu kami akan minta komisi 9 berkonsultasi dengan pimpinan DPR untuk kita ambil langkah-langkah yang perlu supaya vaksin nusantara ini bisa kita dorong untuk kemajuan bangsa dan negara republik indonesia," kata Dasco yang memimpin sidang.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
BPOM Tegaskan Peraturan...
BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No 5/2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
BPOM: Isu Wajib Apoteker...
BPOM: Isu Wajib Apoteker di Minimarket Hoaks, yang Diatur Pengelolaan Obatnya
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
Perluas Jaringan di...
Perluas Jaringan di 30 Titik Indonesia, Nia Nature Sediakan Suplemen Herbal Berstandar BPOM
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
Rekomendasi
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Berita Terkini
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved