Politik Hijau PDIP lewat Tanam Pohon dan Cinta Lingkungan

Minggu, 21 Maret 2021 - 10:56 WIB
loading...
Politik Hijau PDIP lewat...
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ingin menjaga konsepsi kawasan hijau dan ruang publik Gelora Bung Karno, yang dibangun di era Presiden Soekarno. Foto/Rakhmatulloh
A A A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ingin menjaga konsepsi kawasan hijau dan ruang publik Gelora Bung Karno (GBK), yang dibangun di era Presiden Soekarno.

Baca juga: Soal All England, PDIP Ungkap Nasionalisme Bung Karno dan GBK hingga Ganefo

"Kita tidak ingin GBK didominasi menjadi pusat bisnis tapi menjaganya sebagai ruang publik yang hijau dan pusat olahraga," jelas Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Minggu (21/3/2021).

Hal ini disampaikan Hasto sebelum acara berlangsung. Di lokasi Hasto tampak didampingi Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono dan sejumlah Ketua DPP PDIP menggelar aksi tanam pohon serta tebar benih ikan di Waduk Rawa Lindung, Jakarta Selatan.

Sementara secara bersamaan, kegiatan serupa berlangsung di area Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Baca juga: PDIP Gelar Aksi Tanam Pohon, Hasto: Ibu Megawati akan Sumbang 3 Pohon Langka

Dijelaskan oleh Hasto, belakangan publik Indonesia merasa marah dan tersinggung dengan apa yang terjadi dengan atlet bulutangkis Indonesia di All England. Hal itu bukanlah hal yang asing. Sebab rasa itu muncul karena adanya nasionalisme atau rasa cinta tanah air yang tinggi.

Baca juga: PDIP Minta Mendag Tak Paksakan Impor Beras dan Garam

Perasaan itu pula yang sangat dipahami oleh Proklamator RI Bung Karno ketika membangun GBK. Hasto mengatakan GBK dibangun dengan sebuah semangat besar kemajuan Indonesia Raya, termasuk di kancah internasional. Landasannya adalah nasionalisme yang tinggi.

"Bung Karno memahaminya sehingga GBK dibangun sebagai pusat penggemblengan atlet nasional untuk berprestasi internasional. Bukan sebagai pusat bisnis," ujar Hasto.

"Semangat nasionalisme itu juga sebagaimana ditunjukkan dalam semangat Games of the New Emerging Forces atau Ganefo. Ganefo lahir karena protes Indonesia atas keiikutsertaan Israel dalam Olimpiade tahun 1962," tambah Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menyebutkan komitmen PDIP menjaga dan merawat GBK yang hijau, juga dilandasi kecintaan Megawati pada lingkungan. Hal ini ditempa langsung oleh ayahandanya, Bung Karno.

"Sikap cinta lingkungan itulah yang diterjemahkan dalam politik hijau di PDI Perjuangan. Sehingga hari ini dilakukan penanaman pohon di GBK. Agenda ini tentunya telah dikoordinasikan dengan pengelola GBK," urai Hasto.

"Di area GBK, Ibu Megawati menitipkan 3 pohon baobab untuk ditanam secara segitiga atau triangle dengan memperhitungkan jaraknya. Karena pohon itu menyerap air dan tumbuh tinggi dan besar," jelas Hasto.

Megawati yang juga dikenal sebagai Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia menyampaikan pesan terkait pohon baobab yang cukup eksotik serta langka dari Afrika tersebut.

"Ibu Megawati berpesan agar semua pohon yang akan ditanam mendapat perawatan yang baik. Termasuk untuk pohon yang telah ditanam pada gelombang l dan ll beberapa waktu lalu," tambah Hasto.

Melalui agenda ini, menurut Hasto, PDIP ingin menyampaikan pesan pentingnya menjaga GBK, untuk tidak lagi hanya dikerjasamakan yang tujuannya untuk bisnis.

"GBK ini sebagai ruang publik masyarakat mendapatkan udara segar. Ruang publik untuk bersosialisasi, berdialog dan berolahraga di situ. Begitu harapannya melalui gerakan penghijauan ini," urai Hasto yang dalam beberapa bulan ini kerap terlihat bersepeda di area GBK.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Ferdinand Hutahaean:...
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Khianati Prabowo Demi Ambisi Politik Keluarga di 2029
PDIP Kembali Tegaskan...
PDIP Kembali Tegaskan Posisinya Jadi Mitra Strategis Pemerintah: Kami Tidak Nyinyir
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Rekomendasi
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved