Dampak Mutasi Covid-19, Mantan Direktur WHO: Alat Tes PCR Tidak Berfungsi

Sabtu, 20 Maret 2021 - 12:12 WIB
loading...
Dampak Mutasi Covid-19,...
Mantan Direktur WHO Asia Tenggara sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama mengatakan dampak mutasi Covid-19 salah satunya alat tes polymerase chain reaction (PCR) tidak berfungsi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mantan Direktur World Health Organization (WHO) Asia Tenggara kini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas YARSI dan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama mengatakan dampak mutasi Covid-19 salah satunya alat tes polymerase chain reaction (PCR) tidak berfungsi. Padahal, PCR menjadi salah satu alat untuk mendeteksi apakah seseorang terinfeksi Covid-19.

Tjandra yang juga pernah menjabat sebagai dan Mantan Direktur Jenderal P2P sekaligus Kepala Balitbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini, mengatakan jika alat PCR tidak berfungsi untuk mendeteksi varian baru Covid-19 ini terjadi di beberapa negara. Di antaranya Perancis dan Finlandia. Baca juga: IDI Sebut 48 Kasus COVID-19 dari Mutasi N439K Terdeteksi di Indonesia

“Pada 15 Maret 2021 Menteri Kesehatan Perancis mengumumkan penemuan varian terbaru virus penyebab Covid-19 sesudah melakukan pemeriksaan sekuens genomik pada suatu klaster infeksi di rumah sakit di kota Lannion. Ada 8 pasien Covid-19 di sana yang terbukti membawa varian terbaru ini, yang sementara ini mereka beri nama le variant breton,” kata Tjandra dalam keterangan yang diterima, Sabtu (20/3/2021). Baca juga: IDI: Orang Terinfeksi Corona B117 Sebesar 67% Berpotensi Meninggal

Namun, kata Tjandra, ketika dilakukan tes dengan PCR ternyata negatif. Padahal saat dilakukan pemeriksaan mendalam ditemukan varian virus baru ini. “Yang perlu dapat perhatian adalah bahwa kasus-kasus ini ternyata memberi hasil negatif waktu di tes dengan PCR test yang biasa kita pakai untuk memastikan seseorang sakit atau tidak. Untuk kasus-kasus di Perancis ini mereka baru dipastikan sakit sesudah dilakukan pemeriksaan mendalam darah dan bahkan jaringan paru-paru nya, suatu pemeriksaan yang amat tidak mudah dilakukan,” ungkap Tjandra.

Selain di Perancis, Tjandra juga mengungkapkan hal yang sama terjadi di Finlandia. Dimana pemerintah Finlandia melaporkan mutasi Covid-19 bernama Fin-796H. Namun, varian mutasi ini tidak bisa terdeteksi dengan menggunakan PCR. “Pada pertengahan Februari 2021 Finlandia melaporkan mutasi varian “Fin-796H” yang mereka temukan di “Helsinki-based Vita Laboratories”, yang virusnya tidak bisa terdeteksi dengan salah satu pemeriksaan PCR yang mereka biasa gunakan. Memang data dari Finlandia belum terlalu konklusif,” jelas Tjandra.

Tjandra pun menegaskan, saat ini harus dipersiapkan menghadapi tantangan baru seperti alat PCR yang tidak bisa mendeteksi mutasi Covid-19 ini. “Tentu kita belum tahu bagaimana perkembangan mutasi “le variant breton” ini selanjutnya, tetapi kalau memang nantinya keampuhan tes PCR jadi benar-benar terganggu maka tentu dunia akan menghadapi babak baru dan tantangan cukup berat untuk mendiagnosis Covid-19,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Dukung Penuh...
Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
BPOM Resmi Ditetapkan...
BPOM Resmi Ditetapkan sebagai Otoritas Terdaftar WHO
Menkes: IMEDIC 2025...
Menkes: IMEDIC 2025 Jadi Forum Strategis Kembangkan Sektor Kesehatan
Tolak Amendemen IHR...
Tolak Amendemen IHR oleh WHO, Mantan Menkes Siti Fadilah: Kurangi Kedaulatan Negara
Kasus Covid-19 Naik...
Kasus Covid-19 Naik Lagi, Partai Perindo: Tetap Tenang dan Waspada, Tapi Jangan Lengah
BPOM Targetkan Masuk...
BPOM Targetkan Masuk Daftar WHO Listed Authority
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Tingkatkan Literasi...
Tingkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat, TBIG Gelar Pelatihan di Kalimantan
Prancis Deteksi Varian...
Prancis Deteksi Varian Baru Covid-19 untuk Pertama Kalinya
Rekomendasi
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Kisah Vozinha: Kiper...
Kisah Vozinha: Kiper Cape Verde yang Menulis Sejarah di Piala Dunia 2026
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Berita Terkini
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Infografis
Serupa tapi Tak Sama,...
Serupa tapi Tak Sama, Ini Beda Tes PCR Covid-19 dan Cacar Monyet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved