Indonesia Terserah Viral, PKS 'Sentil' Cara Pemerintah Tangani Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 18:07 WIB
loading...
A
A
A
Apalagi, menurut Netty, syarat-syarat itu mudah dimanipulasi. "Syarat-syarat seperti surat untuk melakukan pekerjaan dan menjenguk keluarga yang sakit keras itu mudah dimanipulasi, ini terbukti dengan mengularnya antrean penumpang di bandara Soekarno Hatta. Lihat aja, orang-orang bisa bersamaan waktu begitu kalau memang untuk keperluan kerja?" kata Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Menurut dia, sikap tidak tegas pemerintah pusat juga mulai diikuti pemerintah daerah. "Kota Bekasi misalnya, mulai merancang wilayah zona hijau dimana mesjid dibolehkan menyelenggarakan salat Id. Kebijakan ini tentu tidak mampu melarang masyarakat dari zona merah untuk berbondong-bondong mendatangi masjid di zona hijau," ungkapnya.
Dia melanjutkan, masyarakat memang sudah rindu dengan masjid. "Nah, dengan banyaknya warga yang berkerumun, dan pergi ke keluar kota, kita sekarang justru mundur sepuluh langkah ke belakang, alih-alih maju ke depan untuk menangani Covid-19," kata Netty.
Netty berharap pemerintah menemukan cara untuk menyelesaikan masalah ini mengingat kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. "Saya berharap pemerintah punya solusi, karena sudah berapa ribu orang yang lolos mudik akibat aturan yang plin-plan itu," katanya.
Dia menambahkan jika hal tersebut tidak segera diatasi, maka tidak menutup kemungkinan ada gelombang-gelombang serangan Covid-19 lainnya yang akan dihadapi Indonesia. "Saya makin prihatin jika tagar Indonesia Terserah ini juga menjadi sikap para tenaga kesehatan. Jika mereka tidak lagi mau menangani pasien akibat kecewa karena anjuran diam di rumah tidak mendapat dukungan kebijakan yang kuat, apa yang akan terjadi?" ungkapnya.
Menurut dia, sikap tidak tegas pemerintah pusat juga mulai diikuti pemerintah daerah. "Kota Bekasi misalnya, mulai merancang wilayah zona hijau dimana mesjid dibolehkan menyelenggarakan salat Id. Kebijakan ini tentu tidak mampu melarang masyarakat dari zona merah untuk berbondong-bondong mendatangi masjid di zona hijau," ungkapnya.
Dia melanjutkan, masyarakat memang sudah rindu dengan masjid. "Nah, dengan banyaknya warga yang berkerumun, dan pergi ke keluar kota, kita sekarang justru mundur sepuluh langkah ke belakang, alih-alih maju ke depan untuk menangani Covid-19," kata Netty.
Netty berharap pemerintah menemukan cara untuk menyelesaikan masalah ini mengingat kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. "Saya berharap pemerintah punya solusi, karena sudah berapa ribu orang yang lolos mudik akibat aturan yang plin-plan itu," katanya.
Dia menambahkan jika hal tersebut tidak segera diatasi, maka tidak menutup kemungkinan ada gelombang-gelombang serangan Covid-19 lainnya yang akan dihadapi Indonesia. "Saya makin prihatin jika tagar Indonesia Terserah ini juga menjadi sikap para tenaga kesehatan. Jika mereka tidak lagi mau menangani pasien akibat kecewa karena anjuran diam di rumah tidak mendapat dukungan kebijakan yang kuat, apa yang akan terjadi?" ungkapnya.
Lihat Juga :