Wujudkan Masyarakat Siaga Gempa Bumi dan Tsunami, BMKG Adakan SLG

Rabu, 17 Maret 2021 - 15:17 WIB
loading...
Wujudkan Masyarakat...
BMKG menggelar SLG di Daerah Istimewa Yogyakarta Sebagai upaya mewujudkan masyarakat siaga bencana, salah satunya terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Geofisika (SLG) di Daerah Istimewa Yogyakarta Sebagai upaya mewujudkan masyarakat siaga bencana, salah satunya terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami.

Baca juga: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di 22 Provinsi Sepekan ke Depan

Hal ini dikatakan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat membuka kegiatan Sekolah Lapang Gempa di Balai Desa Glagah Kabupaten Kulon Progo DI Yogyakarta, Selasa 16 Maret 2021.

"Kita berkumpul di sini untuk menyiapkan diri dan berlatih agar bisa menyelamatkan diri, keluarga dan masyarakat sehingga diharapkan tidak ada korban jiwa jika sewaktu-waktu terjadi gempabumi dan tsunami," kata Dwikorita melalui keterangan tertulis, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: BMKG Sebut Provinsi Sulsel Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem

Dwikorita menjelaskan, SLG bertujuan meningkatkan pemahaman serta membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi gempabumi dan tsunami. SLG juga bertujuan untuk menguatkan koordinasi antara Stasiun Geofisika BMKG, serta menguatkan peran BPBD sebagai simpul utama rantai komunikasi dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Baca juga: BMKG Prediksi Seluruh Wilayah Ibu Kota Diguyur Hujan Ringan

Kegiatan SLG dilaksanakan selama dua hari pada 16-17 Maret 2021 dengan total peserta sebanyak 224 orang. Kegiatan SLG dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Balai Desa Glagah diikuti dan Balai Desa Kemadang. SLG diisi dengan kegiatan penguatan pemahaman oleh para Narasumber dari BNPB, PUPR, BPBD DIY dan BMKG, serta dilengkapi dengan Kegiatan Simulasi Tanggap Darurat Gempabumi dan Tsunami.

"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan seluruh komponen masyarakat paham dan mampu melakukan penyelamatan diri terhadap bencana gempa bumi dan tsunami, sehingga minim risiko korban jiwa maupun korban materiil," ujar Dwikorita.

BMKG juga telah menambahkan beberapa peralatan yang terdiri dari Intensitymeter untuk mengukur tingkat guncangan di Terminal Bandara akibat gempabumi, Accelerometer untuk mengukur percepatan tanah di Area Bandara, dan Warning Receiver System New Generation (WRS - NG) guna menyebarluaskan informasi Gempa bumi dan Tsunami dari BMKG Pusat ke Lingkungan DIY dan Lingkungan Bandara dalam waktu 2 sampai 4 menit setelah kejadian gempabumi.

"Gempa bumi tidak bisa dicegah karena ini salah satu bencana alam yang menjadi bagian dari kehidupan kita, namun yang dapat dicegah adalah jatuhnya korban jiwa ataupun kerugian sosial ekonomi. Hal inilah yang menjadi goal Sekolah Lapang Geofisika (SLG), khususnya untuk mitigasi Gempa bumi dan Tsunami," pungkas Dwikorita.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Pantau Badai Monsun...
Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rekomendasi
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 5: Kelanjutan Kebohongan Jaka Mengguncang Rumah Tangga Mila
Konsumsi Pertalite Meledak...
Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Berita Terkini
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Sjafrie-AHY Sinkronkan...
Sjafrie-AHY Sinkronkan Pengamanan Ruang Udara hingga Pengembangan Rute Penerbangan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved