Perbatasan RI-Malaysia Dibuka, Sandi: Pariwisata Kedua Negara Kembali Bangkit
Jum'at, 12 Maret 2021 - 18:49 WIB
loading...
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Malaysia bersepakat untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan kedua negara dengan membuka gerbang perbatasan.
Baca juga: Dengan Terapkan Prokes Ketat, Menparekraf Sandiaga Siap Motori Gerakan Kembali ke Bioskop
Rencana itu terungkap dalam pertemuan antara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dengan Wakil Duta Besar Malaysia untuk RI, Mr Adlan Mohd Shaffieq dan Minister Counsellor Tourism, Mr Roslan Othman, di Jakarta, Selasa 9 Maret 2021.
Baca juga: Ngobrol Bareng Gus Miftah, Sandiaga Ungkap Jurus Pulihkan Pariwisata
"Kami menindaklanjuti hasil pertemuan antara Presiden RI dan Perdana Menteri Malaysia pada 5 Februari lalu. Dari pertemuan tersebut, salah satu yang menjadi poin pembahasan adalah terkait pembukaan kembali perbatasan," kata Sandiaga dalam keterangan pers, Jumat (12/3/2021).
Baca juga: Jurus Sandiaga Pulihkan Pariwisata, Saksikan di Ngobrol Bareng Gus Miftah Jumat Pukul 20.30 WIB
Sebagai negara serumpun, Sandiaga mengatakan, Indonesia dan Malaysia pada prinsipnya telah sepakat untuk menerapkan skema Reciprokal Green Lane (RGL) atau yang dikenal di Indoensia sebagai pengaturan perjalanan koridor (travel corridor arrangement).
Pria yang akrab disapa Mas Menteri ini mengatakan, pembukaan perbatasan Indonesia dan Malaysia akan membuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menggeliat. Terlebih kedua negara selama ini saling mendatangkan banyak wisatawan.
Kemenparerkaf mencatat, kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia mencapai 2.503.334 orang pada 2018, mengalami kenaikan di 2019 sebanyak 2.980.753 orang, dan turun pada 2020 sebanyak 978.840. Sementara itu, kedatangan wisatawan Indonesia ke Malaysia mencapai 3.277.689 orang pada 2018, 3.623.277 pada 2019 dan 711.723 orang apda 2020.
"Dengan segera diterapkannya konsep ini, kita sama-sama berharap pariwisata di kedua negara bisa kembali bangkit dan membuka peluang kerja seluas-luasnya," ucapnya Sandiaga.
Baca juga: Dengan Terapkan Prokes Ketat, Menparekraf Sandiaga Siap Motori Gerakan Kembali ke Bioskop
Rencana itu terungkap dalam pertemuan antara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dengan Wakil Duta Besar Malaysia untuk RI, Mr Adlan Mohd Shaffieq dan Minister Counsellor Tourism, Mr Roslan Othman, di Jakarta, Selasa 9 Maret 2021.
Baca juga: Ngobrol Bareng Gus Miftah, Sandiaga Ungkap Jurus Pulihkan Pariwisata
"Kami menindaklanjuti hasil pertemuan antara Presiden RI dan Perdana Menteri Malaysia pada 5 Februari lalu. Dari pertemuan tersebut, salah satu yang menjadi poin pembahasan adalah terkait pembukaan kembali perbatasan," kata Sandiaga dalam keterangan pers, Jumat (12/3/2021).
Baca juga: Jurus Sandiaga Pulihkan Pariwisata, Saksikan di Ngobrol Bareng Gus Miftah Jumat Pukul 20.30 WIB
Sebagai negara serumpun, Sandiaga mengatakan, Indonesia dan Malaysia pada prinsipnya telah sepakat untuk menerapkan skema Reciprokal Green Lane (RGL) atau yang dikenal di Indoensia sebagai pengaturan perjalanan koridor (travel corridor arrangement).
Pria yang akrab disapa Mas Menteri ini mengatakan, pembukaan perbatasan Indonesia dan Malaysia akan membuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menggeliat. Terlebih kedua negara selama ini saling mendatangkan banyak wisatawan.
Kemenparerkaf mencatat, kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia mencapai 2.503.334 orang pada 2018, mengalami kenaikan di 2019 sebanyak 2.980.753 orang, dan turun pada 2020 sebanyak 978.840. Sementara itu, kedatangan wisatawan Indonesia ke Malaysia mencapai 3.277.689 orang pada 2018, 3.623.277 pada 2019 dan 711.723 orang apda 2020.
"Dengan segera diterapkannya konsep ini, kita sama-sama berharap pariwisata di kedua negara bisa kembali bangkit dan membuka peluang kerja seluas-luasnya," ucapnya Sandiaga.
(maf)
Lihat Juga :