2 Opsi Pemerintah Hentikan Kisruh Partai Demokrat, Pecat Moeldoko atau..

Kamis, 11 Maret 2021 - 13:45 WIB
loading...
2 Opsi Pemerintah Hentikan...
Pemerintah punya opsi lain yang diatur UU Parpol untuk menghentikan kisruh Partai Demokrat selain memecat Moeldoko. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti menyebutkan pemerintah memiliki dua opsi utama untuk menghentikan kisruh Partai Demokrat .

"Negara punya tanggung jawab, bukan dalam arti intervensi secara formal oleh pemerintah. Karena menurut UU Parpol memang konflik internal harus diselesaikan secara internal dulu," ujar Bivitri Susanti, Kamis (11/3/2021).

(Baca: Jika KLB Moeldoko Diakui, Pengamat: Demokrat Tengah Menuju Kematian)

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM yang mengelola pendaftaran parpol hanya bisa pasif menunggu. Kalau tidak bisa diselesaikan internal, masalah dibawa ke pengadilan, sebagaimana tertuang dalam Pasal 32 dan Pasal 33 UU Parpol. "Campur tangan negara bisa ada dua," tegas Bivitri Susanti.

Pertama, negara bisa menjembatani penyelesaian. "Secara informal mendorong adanya konsolidasi internal supaya bisa ada penyelesaian," kata Bivitri Susanti.

Yang kedua, pemerintah harus mempertegas garis demarkasi untuk menghilangkan konflik kepenetingan. "Kedua, pemerintah juga bisa menghilangkan wilayah abu-abu irisan konflik ini dengan adanya Pak Moeldoko sebagai bawahan Presiden," ucap Bivitri Susanti.

(Baca: Pengurus Partai Demokrat se-Jatim Ikrar Dukung AHY di Depan Notaris)

Bagaimana cara menghilangkan wilayah abu-abu tersebut? "Caranya dengan memberhentikan atau memberhentikan sementara Pak Moeldoko. Mencegah adanya benturan kepentingan antara pemeirntah dengan PD yang sedang berkonflik ini," tandas Bivitri Susanti. [Carlos Roy Fajarta]
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Fahri Bachmid: Secara...
Fahri Bachmid: Secara Konstitusional Lembaga Audit dan Declare Final Kerugian Keuangan Negara adalah BPK
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Partai Demokrat Ancam...
Partai Demokrat Ancam Gugat Trump Terkait Perang Iran
Perkuat Akar Rumput,...
Perkuat Akar Rumput, BMI Demokrat Gelar Muscab dan Pelantikan Serentak se-Tegal Raya
Rekomendasi
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Berita Terkini
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved