Perlu Kebijakan Menyeluruh Atasi Dampak Pandemi Covid-19

Rabu, 10 Maret 2021 - 20:30 WIB
loading...
Perlu Kebijakan Menyeluruh...
Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Dampak pandemi Covid-19 menciptakan berbagai perubahan di sejumlah sektor dalam skala negara hingga rumah tangga. Diperlukan kebijakan menyeluruh agar mampu mengatasi permasalahan di setiap kelompok masyarakat di Tanah Air.

"Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada negara, tetapi juga secara langsung berdampak terhadap unit terkecil dari negara, yaitu rumah tangga," tutur Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat saat membuka diskusi virtual bertema Menakar Dampak Sosial Ekonomi Rumah Tangga dan Langkah Antisipasinya yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (10/3/2021).

Dalam diskusi yang dimoderatori Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR Arimbie Heroepoetri, hadir Anggota DPR Sri Wulan, Deputy Director of Research and Outrech SMERU Athia Yumna, Kepala Pusat Penelitian Bidang Ekonomi LIPI Agus Eko Nugroho, Pendiri dan Ketua Yayasan PEKKA/Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga Nani Zulminarni dan ibu rumah tangga asal Kabupaten Kudus Khomisah sebagai narasumber.

Diskusi juga dihadiri Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini; dan Wakil Ketua Umum, Koodinator Bidang Pendidikan dan SDM, NU Circle Ahmad Rizali sebagai penanggap.

Menurut Lestari, terganggunya perekonomian rumah tangga juga menyebabkan gangguan sosial dan kesehatan terhadap anggota keluarga seperti ibu dan anak dalam rumah tangga.

Dampak gangguan ekonomi keluarga, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari mendapat respons yang berbeda dari setiap kelompok masyarakat.

Pada masyarakat kelompok prasejahtera, menurut Rerie, bahkan pandemi Covid-19 menyebabkan potensi kerawanan pangan terhadap anak meningkat.

Selain itu, lanjut anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu, dampak psikologis juga diderita orang tua dan anak karena mengalami tekanan sosial dalam menjalani kehidupan di masa pandemi.

Dengan beragamnya dampak sosial dan ekonomi di masa pandemi yang dialami berbagai kelompok masyarakat, Rerie berharap, para pemangku kepentingan mampu menerapkan kebijakan yang komperhensif untuk mengatasi beragamnya dampak pandemi yang dialami masyarakat. Baca juga: KAHMI Minta Pemerintah Beri Perlindungan ke UMKM Selama Pandemi Covid-19

Deputy Director of Research and Outrech SMERU, Athia Yumna mengungkapkan, berdasarkan survei yang dilakukan SMERU pada Oktober-November 2020 terhadap 12.216 responden di 34 provinsi, terungkap dampak pandemi Covid-19 sangat parah terhadap rumah tangga.

Athia mengungkapkan, tiga dari empat rumah tangga mengalami penurunan pendapatan, sebanyak 14% pencari nafkah terpaksa pindah kerja dengan sektor pertanian dan konstruksi sebagai penyerap tenaga kerja. Fakta lainnya, ujar Athia, setengah dari responden tidak memiliki tabungan.

Berdasarkan kondisi itu, Athia menyarankan agar para pemangku kepentingan memperhatikan kesehatan fisik dan mental anak dan perempuan yang merupakan kelompok yang rentan mendapatkan gangguan di masa pandemi Covid-19.

Anggota Komisi VIII DPR Sri Wulan berpendapat, pemerintah harus kembali memberikan stimulus ekonomi kepada masyarakat yang rentan terdampak pandemi. Pemulihan ekonomi nasional masih memerlukan waktu yang cukup panjang.

Kepala Pusat Penelitian Bidang Ekonomi LIPI, Agus Eko Nugroho mengungkapkan, dampak pandemi Covid-19 di sektor ekonomi saat ini sangat berat. Pada masa pandemi ini, lanjut dia, perekonomian kelompok masyarakat kalangan bawah mengalami kontraksi, di sisi lain kelompok masyarakat yang mampu secara ekonomi menahan konsumsi.

Program vaksinasi, menurut Agus, akan sangat berpengaruh terhadap proses percepatan pemulihan ekonomi nasional 2021.

Agus menyarankan, salah satu langkah yang bisa diambil untuk mempercepat pergerakan ekonomi adalah memperbesar alokasi anggaran pemulihan ekonomi nasional untuk UMK dan LKM dan intervensi di sisi permintaan. Baca juga: Pandemi Covid-19, Pedagang Pasar Induk Cibitung Minta Revitalisasi Ditunda

Ketua Yayasan Pekka, Nani Zulminarni berpendapat di masa pandemi, masyarakat perlu bantuan pemberdayaan ekonomi dan kebijakan afirmasi, terutama untuk kelompok tereksklusi antara lain perempuan kepala keluarga, lansia, disabilitas dan kelompok minoritas lainnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini sependapat dengan Nani bahwa pandemi Covid-19 mengancam kelompok rentan. Catatan Nasyiatul Aiylsyiyah di masa pandemi terjadi peningkatan angka kematian bayi sebesar 19%, begitu juga terhadap angka stunting terhadap anak yang diperkirakan meningkat.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
Susunan Pimpinan MPR...
Susunan Pimpinan MPR 2024-2029 Bakal Dilantik Hari Ini, Ini Bocorannya
Daftar 3 Anggota MPR...
Daftar 3 Anggota MPR Termuda, Salah Satunya Pemegang Dua Gelar Sarjana
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Dharma Pongrekun Sebut...
Dharma Pongrekun Sebut Pandemi Agenda Terselubung Asing, Ini Alasan Ridwan Kamil Tanya soal Covid-19
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Rekomendasi
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
Ketika Sampah Menjadi...
Ketika Sampah Menjadi Sumber Daya, Strategi Sirkular Lippo Karawaci
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Berita Terkini
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Qodari: Kalau Hanya Tuntutan, Bukan Demokrasi
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved