Lewat Inovasi, HMI Diharapkan Jadi Solusi Kompleksitas Tantangan Zaman
Rabu, 10 Maret 2021 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
"Tentu hal tersebut dapat diwujudkan jika para kader HMI mampu menjadikan tantangan tersebut menjadi peluang di Era hari ini," katanya.
Di tengah problematika tersebut, sambung dia, HMI diharapkan mampu menjadi Oase ditengah gurun yang tandus. HMI dapat menjadikan cerminan sebagai representasi Inovasi disetiap era, maka langkah yang perlu diambil ialah mengedepankan, nilai-nilai intelektulitas, kemampuan digitalisasi dan mewujudkan kemandirian Ekonomi berbasis kerakyatan.
Menurut dia, di tengah krisis ekonomi yang melanda hampir semua negara, HMI dituntut untuk dapat menjadi solusi dari kompleksitas tantangan zaman. Terlebih lagi di era Industri 4.0 harus dimaksimalkan sebaik mungkin untuk dijadikan sebagai peluang dan solusi persoalan dalam berbangsa dan bernegara di tengah krisis Global.
Bahkan di Indonesia sendiri tak banyak jurang yang dialami masyarakat Indonesia di era 4.0 sebagai zaman industrialisasi sebagai contoh perusahaan penyedia teknologi keamanan siber F5 Indonesia melalui penelitian mengungkapkan bahwa hampir separuh 43% nasabah Indonesia belum percaya pada sistem kemanan layanan jasa keuangan terutama perbankan.
Hal demikian tentu bukan tanpa alasan, akibat dari persoalan tersebut bank sering mendaptkan serangan siber berupa pencurian data pribadi atau serangan bermodus deniel-of-service attack (DdoS)
"Tentu sedini mungkin melalui laboratorium Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus menjadi solusi di setiap persoalan-persoalan masyarakat dengan langkah konkret dan terukur untuk menjadikan setiap gerakan yang bernaskan inovasi agar lebih tersistematis dan mampu secara kolektif menjadi solusi disetiap persoalan bangsa," tuturnya.
Baca juga: Keren, FTUI Kembangkan Budidaya Tanaman dan Ikan dalam 1 Sistem Akuaponik
Untuk itu, sambung dia, HMI yang bersifat inovasi harus dijadikan intisari sebagai pedoman perubahan atas segala kompleksitas yang terjadi hari ini ditengah-tengah kehidupan dalam bernegara.
Di tengah problematika tersebut, sambung dia, HMI diharapkan mampu menjadi Oase ditengah gurun yang tandus. HMI dapat menjadikan cerminan sebagai representasi Inovasi disetiap era, maka langkah yang perlu diambil ialah mengedepankan, nilai-nilai intelektulitas, kemampuan digitalisasi dan mewujudkan kemandirian Ekonomi berbasis kerakyatan.
Menurut dia, di tengah krisis ekonomi yang melanda hampir semua negara, HMI dituntut untuk dapat menjadi solusi dari kompleksitas tantangan zaman. Terlebih lagi di era Industri 4.0 harus dimaksimalkan sebaik mungkin untuk dijadikan sebagai peluang dan solusi persoalan dalam berbangsa dan bernegara di tengah krisis Global.
Bahkan di Indonesia sendiri tak banyak jurang yang dialami masyarakat Indonesia di era 4.0 sebagai zaman industrialisasi sebagai contoh perusahaan penyedia teknologi keamanan siber F5 Indonesia melalui penelitian mengungkapkan bahwa hampir separuh 43% nasabah Indonesia belum percaya pada sistem kemanan layanan jasa keuangan terutama perbankan.
Hal demikian tentu bukan tanpa alasan, akibat dari persoalan tersebut bank sering mendaptkan serangan siber berupa pencurian data pribadi atau serangan bermodus deniel-of-service attack (DdoS)
"Tentu sedini mungkin melalui laboratorium Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus menjadi solusi di setiap persoalan-persoalan masyarakat dengan langkah konkret dan terukur untuk menjadikan setiap gerakan yang bernaskan inovasi agar lebih tersistematis dan mampu secara kolektif menjadi solusi disetiap persoalan bangsa," tuturnya.
Baca juga: Keren, FTUI Kembangkan Budidaya Tanaman dan Ikan dalam 1 Sistem Akuaponik
Untuk itu, sambung dia, HMI yang bersifat inovasi harus dijadikan intisari sebagai pedoman perubahan atas segala kompleksitas yang terjadi hari ini ditengah-tengah kehidupan dalam bernegara.
Lihat Juga :