DPD Sebut Inovasi dan Kualitas Kunci Produk Lokal Bersaing di Kancah Global
Selasa, 09 Maret 2021 - 18:08 WIB
loading...
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA La Nyalla Mahmud Mattalitti (kiri). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA La Nyalla Mahmud Mattalitti menyoroti maraknya produk impor masuk ke Indonesia yang merupakan konsekuensi dari perjanjian perdagangan.
Selain itu, derasnya produk impor ke dalam negeri juga imbas dari booming e-commerce di era liberalisasi saat ini.
"Sebaliknya, hal ini mesti menjadi tantangan yang melahirkan inovasi dan meningkatkan kuantitas dan kualitas produk dalam negeri," kata La Nyalla dalam keterangan resminya, Selasa (9/3/2021).
Dia melanjutkan, perjanjian perdagangan bebas yang diteken pemerintah harus diikuti dengan kebijakan display produk dalam negeri di bagian depan etalase di supermarket atau mal.
"Ini adalah tantangan dan konsekuensi dari suatu perjanjian perdagangan bebas di mana Indonesia ada di dalamnya. Kita harus jadikan hal ini untuk memantik produktivitas produk lokal," harap alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut. Baca juga: Produk Asing: Benci Tapi Rindu, RI Harus Mantap dan Akurat Soal Impor
Saat ini, kata La Nyalla, pemerintah memberikan perhatian besar terhadap UMKM. Hal itu dibuktikan dengan kucuran bantuan agar mereka bisa naik kelas.
"Ini harus bisa dimanfaatkan dengan serius agar kita bisa eksis dalam perdagangan bebas, bukan malah menjadi khawatir karena maraknya produk impor," sebut senator dari Jawa Timur ini. Baca juga: R amai Benci Produk Asing, Ini Persoalan Produk Lokal Kurang Diminati
Selain itu, derasnya produk impor ke dalam negeri juga imbas dari booming e-commerce di era liberalisasi saat ini.
"Sebaliknya, hal ini mesti menjadi tantangan yang melahirkan inovasi dan meningkatkan kuantitas dan kualitas produk dalam negeri," kata La Nyalla dalam keterangan resminya, Selasa (9/3/2021).
Dia melanjutkan, perjanjian perdagangan bebas yang diteken pemerintah harus diikuti dengan kebijakan display produk dalam negeri di bagian depan etalase di supermarket atau mal.
"Ini adalah tantangan dan konsekuensi dari suatu perjanjian perdagangan bebas di mana Indonesia ada di dalamnya. Kita harus jadikan hal ini untuk memantik produktivitas produk lokal," harap alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut. Baca juga: Produk Asing: Benci Tapi Rindu, RI Harus Mantap dan Akurat Soal Impor
Saat ini, kata La Nyalla, pemerintah memberikan perhatian besar terhadap UMKM. Hal itu dibuktikan dengan kucuran bantuan agar mereka bisa naik kelas.
"Ini harus bisa dimanfaatkan dengan serius agar kita bisa eksis dalam perdagangan bebas, bukan malah menjadi khawatir karena maraknya produk impor," sebut senator dari Jawa Timur ini. Baca juga: R amai Benci Produk Asing, Ini Persoalan Produk Lokal Kurang Diminati
Lihat Juga :