Catatan Setahun Penanganan COVID-19 di Indonesia
Senin, 01 Maret 2021 - 14:09 WIB
loading...
Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo melihat pemerintah selama setahun belakangan sudah melakukan banyak langkah dan strategi dalam penanganan dampak pandemi COVID-19. Foto/dpr.go.id
A
A
A
JAKARTA - Pada Selasa 2 Maret 2021, pandemi COVID-1 9 di Indonesia genap setahun. Pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk mengatasi krisis kesehatan dan ekonomi akibat COVID-19 . Kendati demikian, tak bisa dipungkiri pemerintah sudah membuat banyak kebijakan agar masalah ini bisa selesai.
Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo melihat pemerintah selama setahun belakangan sudah melakukan banyak langkah dan strategi dalam penanganan dampak pandemi COVID-19. "Sudah banyak langkah untuk menghadapi pandemi ini, salah satu yang utama adalah protokol kesehatan. Sejak awal diberlakukan PSBB, protokol kesehatan mutlak dilakukan. Sesuai rekomendasi WHO protokol kesehatan paling efektif untuk mengendalikan COVID-19. Sekaligus secara simultan dalam satu tahun ini seluruh dunia menciptakan vaksin," ujar Rahmad kepada wartawan, Senin (1/3/2021). Baca juga: Kasus COVID-19 Bertambah 6.680, Berikut Ini Sebaran di 34 Provinsi
Walaupun pemerintah sudah membuat kebijakan untuk mengendalikan mobilitas masyarakat, seperti PSBB dan PPKM, kasus positif masih terus naik. Per Minggu 28 Februari, kasus positif COVID-19 di Indonesia sudah lebih dari 1,3 juta. Menurut Rahmad, tantangannya adalah menerapkan kebiasaan baru, seperti menjaga jarak, mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air yang mengalir, kemudian bermasker, bukan perkara mudah.
"Pelaksanaan di lapangan tidak semudah yang dibayangkan. Banyak juga yang menganggap COVID-19 konspirasi, COVID-19 tidak ada, COVID-19 tidak berbahaya. Kenyataannya kita disuguhi dalam satu tahun terakhir banyak yang terkena, kemudian banyak yang berguguran," jelas Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Dia menuturkan pemerintah telah mengevaluasi penerapan PSBB yang diakui memiliki beberapa kelemahan. Kemudian, kebijakan itu disempurnakan dengan PPKM dan PPKM skala mikro. Melalui PPKM, keterlibatan masyarakat dalam mengatasi penyebaran COVID-199 diharapkan lebih besar. Kebijakan lain, pemerintah mulai melaksanakan program vaksinasi COVID-19.
Menurut Rahmad, vaksinasi salah satu kunci keberhasilan dalam pengendalian COVID-19. "Kalau pelaksanaan vaksin sukses, saya percaya 17 Agustus kita bisa mengendalikan COVID-19," katanya. Baca juga: Berhasil Kendalikan Covid-19, Bupati Bogor Ade Yasin Naikkan Insentif RT/RW
Setelah berhasil mengendalikan COVID-19, kata dia, pekerjaan krusial selanjutnya adalah pemulihan ekonomi. Dia berharap masyarakat dan dunia usaha bisa menjaga optimisme bahwa ke depan ekonomi bisa pulih.
Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo melihat pemerintah selama setahun belakangan sudah melakukan banyak langkah dan strategi dalam penanganan dampak pandemi COVID-19. "Sudah banyak langkah untuk menghadapi pandemi ini, salah satu yang utama adalah protokol kesehatan. Sejak awal diberlakukan PSBB, protokol kesehatan mutlak dilakukan. Sesuai rekomendasi WHO protokol kesehatan paling efektif untuk mengendalikan COVID-19. Sekaligus secara simultan dalam satu tahun ini seluruh dunia menciptakan vaksin," ujar Rahmad kepada wartawan, Senin (1/3/2021). Baca juga: Kasus COVID-19 Bertambah 6.680, Berikut Ini Sebaran di 34 Provinsi
Walaupun pemerintah sudah membuat kebijakan untuk mengendalikan mobilitas masyarakat, seperti PSBB dan PPKM, kasus positif masih terus naik. Per Minggu 28 Februari, kasus positif COVID-19 di Indonesia sudah lebih dari 1,3 juta. Menurut Rahmad, tantangannya adalah menerapkan kebiasaan baru, seperti menjaga jarak, mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air yang mengalir, kemudian bermasker, bukan perkara mudah.
"Pelaksanaan di lapangan tidak semudah yang dibayangkan. Banyak juga yang menganggap COVID-19 konspirasi, COVID-19 tidak ada, COVID-19 tidak berbahaya. Kenyataannya kita disuguhi dalam satu tahun terakhir banyak yang terkena, kemudian banyak yang berguguran," jelas Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Dia menuturkan pemerintah telah mengevaluasi penerapan PSBB yang diakui memiliki beberapa kelemahan. Kemudian, kebijakan itu disempurnakan dengan PPKM dan PPKM skala mikro. Melalui PPKM, keterlibatan masyarakat dalam mengatasi penyebaran COVID-199 diharapkan lebih besar. Kebijakan lain, pemerintah mulai melaksanakan program vaksinasi COVID-19.
Menurut Rahmad, vaksinasi salah satu kunci keberhasilan dalam pengendalian COVID-19. "Kalau pelaksanaan vaksin sukses, saya percaya 17 Agustus kita bisa mengendalikan COVID-19," katanya. Baca juga: Berhasil Kendalikan Covid-19, Bupati Bogor Ade Yasin Naikkan Insentif RT/RW
Setelah berhasil mengendalikan COVID-19, kata dia, pekerjaan krusial selanjutnya adalah pemulihan ekonomi. Dia berharap masyarakat dan dunia usaha bisa menjaga optimisme bahwa ke depan ekonomi bisa pulih.
Lihat Juga :