Pro Kontra Kerumunan Jokowi di NTT, Tim Protokoler dan Paspampres Perlu Tinjau Kembali SOP

Minggu, 28 Februari 2021 - 07:45 WIB
loading...
Pro Kontra Kerumunan...
Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir menilai Tim Protokoler dan Paspampres harus kerja lebih keras mengingatkan Presiden Jokowi tentang pentingnya menghindari kerumunan masyarakat saat kunjungan ke daerah. Foto/dpr.go.id
A A A
JAKARTA - Sambutan luar biasa dari warga saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di daerah Maumere , Nusa Tenggara Timur (NTT) dianggal wajar. Selain Jokowi adalah Presiden, sebagian besar warga NTT memilih Jokowi-Ma'ruf Amin saat Pilpres 2019.

"Seorang presiden yang dicintai oleh rakyatnya, pasti akan ditunggu kehadiran dengan sangat antusias dalam kondisi apapun. Sehingga tidak bisa seenaknya menyalahkan Pak Jokowi yang begitu dicintai oleh rakyat NTT," ujar Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir, Minggu (28/2/2021). Baca juga: Pakar Pidana UI: Tak Ada Pelanggaran Hukum oleh Jokowi Atas Spontanitas Warga di NTT

Kata Inas, Presiden Jokowi selalu ingin dekat dengan rakyatnya. Hal tersebut terlihat saat Presiden Jokowi menyapa warga melalui jendela mobil. "Wajar saja jika beliau selalu senang dan bersemangat untuk bertemu dengan rakyatnya," katanya.

Maka itu, Inas menilai Tim Protokoler dan Paspampres harus kerja lebih keras mengingatkan Presiden Jokowi tentang pentingnya menghindari kerumunan masyarakat saat kunjungan ke daerah. Apalagi saat ini masih di masa pandemi.

Inas menjelaskan kerumunan massa saat menyambut Presiden Jokowi tidak merugikan masyarakat lainnya. Berbeda dengan saat massa menyambut kedatangan Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta, beberapa waktu lalu.

"Peristiwa kerumunan di NTT ini sebenarnya tidak separah kerumunan ketika Rizieq Shihab dijemput oleh pendukungnya di Bandara Soetta. Rizieq Shihab sempat berorasi dari atas mobil yang terbuka kapnya, tapi ternyata juga tidak diproses oleh kepolisian," tutur Inas.

Kendati demikian, dia berharap peristiwa seperti di NTT tidak terulang. Protokoler dan Paspampres perlu meninjau kembali SOP dalam mengatur kunjungan kerja presiden. "Karena kegiatan tersebut akan terus berkesinambungan," pungkas Inas.

Hal senada disampaikan sosiolog Universitas Nasional Sigit Rohadi. "Respons masyarakat terhadap presiden pasti antusias, apalagi di Indonesia Timur," ujar Sigit.

Sigit berpendapat ada kelemahan pengamanan di tingkat daerah sehingga warga bisa berkerumunan. Namun, dia menilai kerumunan di NTT dan kerumunan saat Habib Rizieq Shihab menikahkan anaknya berbeda. Baca juga: Soal Kerumunan Jokowi di NTT, PKS Ingatkan Indonesia Masih Zona Bahaya COVID-19

"Karena presiden tidak aktif seperti mengundang atau sejenisnya tapi tetap saja menimbulkan sinisme sebagian masyarakat," kata Sigit.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Riwayat Kepangkatan...
Riwayat Kepangkatan Tito Karnavian, Mantan Kapolri yang Jadi Mendagri di Era Jokowi dan Prabowo
Respons Mahfud MD soal...
Respons Mahfud MD soal Isu Ijazah Palsu Jokowi, Jadi Presidennya Tetap Sah
Jokowi Bersedia Jadi...
Jokowi Bersedia Jadi Dewan Pembina Rampai Nusantara
Prabowo Bangga Indonesia...
Prabowo Bangga Indonesia Pernah Dipimpin SBY dan Jokowi
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Efisiensi Anggaran Era Prabowo Akibat Buruknya Pemerintahan Jokowi
Tuding OCCRP Proksi...
Tuding OCCRP Proksi untuk Sudutkan Jokowi, Joman: Kita Pantas Curiga!
Prabowo Tiba di London,...
Prabowo Tiba di London, Disambut Deputy Lieutenant of Essex
Warga Karo Bangun Patung...
Warga Karo Bangun Patung Jokowi Senilai Rp2,5 Miliar, Simbol Terima Kasih
Ini Riwayat Pendidikan...
Ini Riwayat Pendidikan Seluruh Presiden Indonesia, Sudah Tahu?
Rekomendasi
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Berita Terkini
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Diperiksa Kejagung 9...
Diperiksa Kejagung 9 Jam Lebih, Sony Sonjaya Bungkam
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Sidang Tuntutan Dalang...
Sidang Tuntutan Dalang Pembunuhan Kacab Bank Ditunda
Ibu Hamil dan Balita...
Ibu Hamil dan Balita juga Tidak Terima MBG saat Libur Sekolah
MBG Dihentikan saat...
MBG Dihentikan saat Libur Sekolah, BGN Sebut Hemat Anggaran Rp3 Triliun
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved