Politikus PDIP Sebut Vaksin Nusantara Lanjut ke Uji Klinis Fase II
Rabu, 17 Februari 2021 - 19:33 WIB
loading...
A
A
A
Wakil Rakyat asal PDI Perjuangan ini menjelaskan para Peneliti dari RSUP dr. Kariadi Semarang bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan kementerian Kesehatan RI telah selesai melakukan uji klinis Fase 1 Aaksin SARS-CoV2 (Vaksin Covid-19).
"Vaksin Covid-19 asli buatan dalam negeri itu diberi nama Vaksin Nusantara disingkat dengan Vaksin NUS," katanya. (Baca juga: Menparekraf: 34 Juta Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Perlu Dapat Prioritas Vaksin Covid-19)
Abidin mengungkapkan Tim Peniliti dalam paparannya dihadapan Komisi IX DPR RI menyampaikan bahwa Vaksin Nusantara aman untuk semua golongan, termasuk bagi warga yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) dan anak-anak.
"Vaskin Nusantara menggunakan metode pengambilan sampel darah dari calon penerima vaksin, baru kemudian sampel tersebut diletakkan ke alat khusus untuk kemudian dipertemukan dengan antigen," ujarnya.
Kemudian sambung Abidin, sampel darah tadi dibiarkan selama sepekan untuk menghasilkan antibodi sebelum disuntikkan kembali kepada penerima vaksin Nusantara setelah menghasilkan antobodi untuk melawan virus Corona.
"Vaksin Covid-19 asli buatan dalam negeri itu diberi nama Vaksin Nusantara disingkat dengan Vaksin NUS," katanya. (Baca juga: Menparekraf: 34 Juta Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Perlu Dapat Prioritas Vaksin Covid-19)
Abidin mengungkapkan Tim Peniliti dalam paparannya dihadapan Komisi IX DPR RI menyampaikan bahwa Vaksin Nusantara aman untuk semua golongan, termasuk bagi warga yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) dan anak-anak.
"Vaskin Nusantara menggunakan metode pengambilan sampel darah dari calon penerima vaksin, baru kemudian sampel tersebut diletakkan ke alat khusus untuk kemudian dipertemukan dengan antigen," ujarnya.
Kemudian sambung Abidin, sampel darah tadi dibiarkan selama sepekan untuk menghasilkan antibodi sebelum disuntikkan kembali kepada penerima vaksin Nusantara setelah menghasilkan antobodi untuk melawan virus Corona.
(maf)
Lihat Juga :