Koalisi Masyarakat Sipil Minta Jokowi Hentikan Penggusuran di Taman Sari

Senin, 15 Februari 2021 - 11:16 WIB
loading...
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi masyarakat sipil meminta Presiden Jokowi menghentikan penggusuran di Taman Sarim Bandung. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari YLBHI, Kontras, LBH Masyarakat, ICJR, dan Amnesty Internasional Indonesia mengecam tindakan penyerangan dan kekerasan terhadap warga dan paralegal di Taman Sari, Kota Bandung, pada 1 Februari 2021.

Direktur eksekutif ICJR Erasmus Napitupulu menerangkan warga korban penggusuran paksa di Taman Sari diserang orang tak dikenal yang berpakaian preman. Koalisi masyarakat sipil menduga sebagian dari orang tak dikenal merupakan pekerja rumah deret PT Sartonia Agung. Baca juga: Ini Kronologi Penertiban Lahan di Tamansari Bandung

Para penyerang, menurutnya, membawa senjata tajam dan tumpul, seperti kayu, besi, dan linggis. Mereka mengancam dan mengintimidasi warga, pembela hak asasi manusia (HAM) dan jurnalis. Erasmus menjabarkan tindakan dari penyerang, antara lain, merusak tanaman pangan yang menjadi sumber makanan sehari-hari warga, mengusir paksa, dan menutup akses tempat tinggal warga dengan membuat pagar dari seng.Baca juga: Paralegal PBHI Diserang di Tamansari, Satpol PP Kota Bandung Angkat Bicara

Bahkan, diduga ada pelecehan seksual secara verbal kepada warga. “Salah satu pembela HAM sekaligus paralegal PBHI Jawa Barat didorong, dicakar, ditendang, dijambak lalu kepalanya dihantamkan ke tembok dan mengeluarkan banyak darah,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (15/2/2021).

Berdasarkan keterangan warga, saat peristiwa berlangsung ada beberapa petugas keamanan yang berjaga. Namun, mereka membiarkan tindak kekerasan terjadi. “Tindakan pembiaran ini mengindikasikan adanya kerja sama yang terorganisir dari pihak yang berkepentingan atas proyek rumah deret PT Sartonia Agung,” tutur Erasmus.

Koalisi masyarakat sipil menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Gubernur Jawa Barat, dan Wali Kota Bandung, untuk menghentikan penggusuran paksa yang melanggar HAM. “Kemudian, mendesak kepolisian (Polda Jawa Barat dan Polres Bandung) untuk mengusut tindak kejahatan kekerasan dan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh orang tak dikenal. Sebagian diduga kuat pekerja proyek rumah deret PT Sartonia Agung,” tegasnya.

Erasmus meminta Komisi Nasional (Komnas) HAM segera mengusut tuntas pelanggaran HAM yang terjadi, mulai dari penggusuran paksa, pengrusakan, kekerasan terhadap warga dan jurnalis, hingga serangan terhadap pembela HAM dan paralegal. “Menindak tegas dugaan keterlibatan pihak swasta yang berkepentingan atas proyek rumah deret, yakni PT Sartonia yang diduga memerintahkan pekerjanya untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap warga dan pembela HAM,” pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
DPR: Revisi UU HAM Harus...
DPR: Revisi UU HAM Harus Memperkuat Sistem HAM Nasional
Adhie Massardi Munculkan...
Adhie Massardi Munculkan Gagasan tentang Kementerian Hak Asasi dan Martabat Manusia
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Dari Jimmy Lai hingga...
Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Kritik TNI Turun Tangani Aksi Demo di Aceh Utara
Rekomendasi
Ford Gunakan Beruang...
Ford Gunakan Beruang Raksasa untuk Menguji Kualitas F150
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Berita Terkini
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah, Total Rp4,8 M
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Infografis
Profil Prof Soenardi...
Profil Prof Soenardi Prawirohatmodjo, Namanya Ada di Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved