Isu Kudeta Bikin AHY, Moeldoko dan Demokrat Semakin Populer

Kamis, 11 Februari 2021 - 09:59 WIB
loading...
Isu Kudeta Bikin AHY,...
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah). Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Isu kudeta di tubuh Partai Demokrat dinilai memiliki tren sentimen positif dan negatif bagi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Direktur Eksekutif Indonesia Public Institut (IPI), Karyono Wibowo menyatakan, jika dicermati dari pemberitaan, sentimen isu tersebut bisa berdampak terhadap citra kelembagaan Demokrat sebagai partai politik dan juga pemerintah. Sebab isu ini dikaitkan dengan keterlibatan Moeldoko.

"Tetapi untuk mengukur besar kecilnya prosentase frekuensi dan sentimen positif-negatif secara kuantitatif tentu harus melalui penelitian semacam media tracking atau penelusuran pemberitaan yang terkait isu tersebut," ujar Karyono kepada SINDOnews, Kamis (11/2/2021).Baca juga: RUU Pemilu Berimbas ke Peluang 'Bang Jago' Ganjar, Anies dan Ridwan di 2024

Untuk saat ini, lanjut Karyono, keuntungan politik dari polemik pemberitaan tentang isu pengambilalihan kepemimpinan Demokrat adalah popularitas bagi AHY dan Moeldoko, dan Partai Demokrat.

Setidaknya, sambung dia, ketiga nama itu semakin dikenal luas masyarakat. "Bagi Moeldoko yang belum sepopuler AHY, bisa mendapat manfaat secara politik (political benefits), minimal namanya semakin dikenali publik," tuturnya.

Namun demikian, Karyono menilai dalam pertarungan politik elektoral dengan sistem pemilihan langsung, seorang kandidat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) tidak cukup hanya memiliki ketenaran. Baca juga: Partai Demokrat Dalami Keterlibatan Kader Lain dalam Kudeta AHY

Untuk memenangkan kompetisi sekurang-kurangnya harus memiliki setidaknya enam modal, yaitu popularitas (popularity), disukai (likeable), dapat diterima (acceptable), tingkat keterpilihan (electability), uang (money) dan dukungan partai.

"Karenanya, semua kandidat baik Moeldoko maupun AHY tidak cukup hanya bermodalkan popularitas tetapi harus memiliki enam modal seperti tersebut di atas," tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas Virtual, AHY Laporkan Penyelamatan Pantura Jawa hingga Transformasi Jaringan Kereta Api
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Sumatera Blackout, AHY:...
Sumatera Blackout, AHY: Sedang Diinvestigasi Permasalahan Utama
Rekomendasi
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved