Sandiaga dan Yasonna Rumuskan Visa Long Term untuk Wisawatan Asing
Selasa, 09 Februari 2021 - 03:29 WIB
loading...
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno bersama Menkumham Yasonna H Laoly. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dan Dirjen Imigrasi Kemenkumham tengah menyusun atau merumuskan konsep visa long term stay atau second home untuk kalangan wisawatan asing khususnya dari kalangan pebisnis.
"Kami baru saja menyelesaikan pertemuan dengan Bapak Menkumham Yasonna Laoly. Kami mengapresiasi kesiapan dan langkah-langkah untuk berkoordinasi pembukaan data kesehatan yang lebih baik dan protokol kesehatan lebih ketat dalam konteks pembukaan kedatangan wisatawan ke beberapa sentra pariwisata dan ekonomi kreatif yang sedang kita siapkan bersama dengan Menteri Luar Negeri, Menteri Kesehatan, Satgas Covid-19 dan pemerintah daerah," ujar Sandiaga Uno, Senin (8/2/2021) di Jakarta. Baca juga: Tinjau Track Triathlon Series di Belitung, Sandiaga Uno: 'Spot Berenang Indah, Jalan Sepeda Mulus'
Sandi menyebutkan objek wisata yang akan dibuka aksesnya bagi wisawatan mancanegara adalah Bali, Batam Bintan, maupun beberapa destinasi lainnya yang sesuai dengan bingkai Asean Travel Coridor dan diharapkan dapat segera rampung dalam waktu beberapa pekan kedepan. "Kami juga mengkaji visa kunjungan bisnis dan wisatawan terutama dalam peningkatan layanan e-visa yang sangat membantu kemudahan mendapatkan visa. Serta pertimbangan memberikan perlakuan khusus pada negara Asean yang sudah memiliki kesepakatan Travel Arrangement atau Travel Bubble dengan tentunya menerapkan prinsip resiprosity atau timbal balik. Negara-negara tersebut juga membebaskan Visa untuk Warga Negara Indonesia," kata Sandi. Baca juga: Keren! Menparekraf akan Percepat Upaya Pemulihan Sektor Parekraf
Dikatakannya, Kemenparekraf memerlukan data-data wisatawan mancanegara untuk melengkapi big data dan dalam rangka penyusunan rencana sosialisasi yang lebih ditargetkan dan tersegmentasi. "Dalam pertemuan yang juga dihadiri Dirjen Imigrasi Bapak Ginting, yang kami sampaikan bahwa pintu pertama wisawatan adalah petugas kita dari Imigrasi. Untuk itu kita perlu memberikan kesan pertama yang mencerminkan budaya Indonesia yang ramah, hangat, dan memiliki kekayaan alam dan budaya," ungkapnya. Baca juga: Pimpin Rapim Kemenparekraf, Sandiaga Ungkap Potensi Wisata Bahari
Kemenparekraf kata Sandiaga Uno juga turut mendorong dari sisi ekonomi kreatif peningkatan kerja sama dalam perlindungan produk-produk terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tahun lalu pihaknya mendapatkan penghargaan sebagai kementerian yang paling banyak mendaftarkan hak kekayaan intelektual. Hal tersebut, kata Sandi, akan terus diperluas dengan beberapa kegiatan kampanye seperti bangga buatan Indonesia, beli kreatifitas lokal, dan bangga berwisata di Indonesia.
"Kami baru saja menyelesaikan pertemuan dengan Bapak Menkumham Yasonna Laoly. Kami mengapresiasi kesiapan dan langkah-langkah untuk berkoordinasi pembukaan data kesehatan yang lebih baik dan protokol kesehatan lebih ketat dalam konteks pembukaan kedatangan wisatawan ke beberapa sentra pariwisata dan ekonomi kreatif yang sedang kita siapkan bersama dengan Menteri Luar Negeri, Menteri Kesehatan, Satgas Covid-19 dan pemerintah daerah," ujar Sandiaga Uno, Senin (8/2/2021) di Jakarta. Baca juga: Tinjau Track Triathlon Series di Belitung, Sandiaga Uno: 'Spot Berenang Indah, Jalan Sepeda Mulus'
Sandi menyebutkan objek wisata yang akan dibuka aksesnya bagi wisawatan mancanegara adalah Bali, Batam Bintan, maupun beberapa destinasi lainnya yang sesuai dengan bingkai Asean Travel Coridor dan diharapkan dapat segera rampung dalam waktu beberapa pekan kedepan. "Kami juga mengkaji visa kunjungan bisnis dan wisatawan terutama dalam peningkatan layanan e-visa yang sangat membantu kemudahan mendapatkan visa. Serta pertimbangan memberikan perlakuan khusus pada negara Asean yang sudah memiliki kesepakatan Travel Arrangement atau Travel Bubble dengan tentunya menerapkan prinsip resiprosity atau timbal balik. Negara-negara tersebut juga membebaskan Visa untuk Warga Negara Indonesia," kata Sandi. Baca juga: Keren! Menparekraf akan Percepat Upaya Pemulihan Sektor Parekraf
Dikatakannya, Kemenparekraf memerlukan data-data wisatawan mancanegara untuk melengkapi big data dan dalam rangka penyusunan rencana sosialisasi yang lebih ditargetkan dan tersegmentasi. "Dalam pertemuan yang juga dihadiri Dirjen Imigrasi Bapak Ginting, yang kami sampaikan bahwa pintu pertama wisawatan adalah petugas kita dari Imigrasi. Untuk itu kita perlu memberikan kesan pertama yang mencerminkan budaya Indonesia yang ramah, hangat, dan memiliki kekayaan alam dan budaya," ungkapnya. Baca juga: Pimpin Rapim Kemenparekraf, Sandiaga Ungkap Potensi Wisata Bahari
Kemenparekraf kata Sandiaga Uno juga turut mendorong dari sisi ekonomi kreatif peningkatan kerja sama dalam perlindungan produk-produk terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tahun lalu pihaknya mendapatkan penghargaan sebagai kementerian yang paling banyak mendaftarkan hak kekayaan intelektual. Hal tersebut, kata Sandi, akan terus diperluas dengan beberapa kegiatan kampanye seperti bangga buatan Indonesia, beli kreatifitas lokal, dan bangga berwisata di Indonesia.
Lihat Juga :