Survei Index Politica: 41,7% Masyarakat Puas Kinerja Jokowi, 43,4% Tak Puas

Minggu, 07 Februari 2021 - 13:48 WIB
loading...
Survei Index Politica:...
Berdasarkan survei Index Politica sebanyak 41,7% masyarakat merasa puas terhadap kinerja Presiden Jokowi dan 43,4% menyatakan tidak puas. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Index Politica merilis survei Persepsi Masyarakat terhadap Isu Politik dan Ekonomi Nasional. Salah satunya terkait kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) , di mana sebanyak 41,7% masyarakat merasa puas dan 43,4% menyatakan tidak puas.

"Dari data hasil survei diperoleh kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi sebesar 41,7% dan 43,4% masyarakat tidak puas," kata Direktur Eksekutif Index Politica, Denny Charter secara virtual, Minggu (7/2/2021).

Jika dirinci survei terhadap kinerja Presiden Jokowi, maka sebanyak 8,6% sangat puas, 33,1% puas, 32,1% tidak puas, sangat tidak puas sebesar 11,3%, dan 14,9% tidak tahu atau tidak menjawab.

Baca juga: Survei Index Politica: Prabowo Subianto “Top of Mind” Presiden Pilihan Masyarakat

Survei ini dilakukan dengan penarikan sampel menggunakan multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.620 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling. Responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar kurang lebih 1,6% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei dilakukan dengan wawancara langsung sampel.
Baca Juga : HUT ke-13 Partai Gerindra, Prabowo Berdoa Bisa Wujudkan Indonesia Sejahtera

Responden survei di antaranya petani/peternak/nelayan, masih sekolah/kuliah, pedagang/wiraswasta, buruh/tukang, taksi online/offline, profesional, pegawai negeri sipil, pensiunan, pegawai swasta, ibu rumah tangga, ojek/supir, dan guru.
Baca Juga : Prabowo Subianto Angkat Cucu Pendiri NU sebagai Waketum Gerindra

Selain itu, survei juga memperlihatkan jika penegakan hukum selama pemerintahan Presiden Jokowi 58,0% juga dianggap baik. "Terkait dengan penegakan hukum nasional baik sebesar 58,0%, buruk 31%, tidak tahu 7%, sangat buruk 2,5% dan sangat baik 1,5%," kata Denny.

Baca juga: Ketika Presiden Jokowi dan PM Malaysia Berdampingan Tunaikan Salat Jumat


(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Ahmad Ali Beberkan Alasan...
Ahmad Ali Beberkan Alasan Jokowi Turun Langsung Keliling Daerah
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Rekomendasi
Momen Celine Evangelista...
Momen Celine Evangelista Bimbing Anaknya Belajar Wudhu dan Salat Tuai Pujian Warganet
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Aljazair dan Austria...
Aljazair dan Austria Lolos Dramatis usai Bermain Imbang 3-3 di Laga Penuh Drama
Berita Terkini
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved