Mendagri Yakin Percepatan Vaksinasi Covid-19 Hasilkan Herd Immunity
Minggu, 31 Januari 2021 - 10:35 WIB
loading...
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto/dok Puspen Kemendagri
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian optimistis percepatan vaksinasi Covid-19 dapat menghasilkan kekebalan kelompok atau herd immunity.
Tito mengatakan itu di sela-sela persiapan Rapat Koordinasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19, Sabtu 30 Januari 2021.
“Vaksinasi ini tidak hanya sekadar untuk melakukan proteksi perorangan, tapi juga dalam rangka membangun kekebalan kelompok atau herd immunity. Prinsip herd immunity ini adalah minimal 2/3 dari populasi harus memiliki antibody pada time frame yang sama sehingga program vaksinasi ini kuncinya adalah kecepatan,” tuturnya dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.
Oleh karena itu, sebagai negara yang menganut sistem desentralisasi, kata dia, butuh kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk melaksanakan program vaksinasi dengan cepat, termasuk kerja sama dengan unit pemerintahan ditingkat desa.
“Harus ada kerja sama antara pusat dan daerah, karena kita memiliki sistem politik pembagian kekuasaan, ada pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, bahkan pemerintah desa. Kepala desanya adalah pejabat politik karena dipilih oleh rakyat dan memiliki anggaran sendiri (APBDes),” tutur Mendagri.
Baca juga: Kapasitas Penampungan Mepet, Menkes Minta Vaksinasi Wajib pada Anak Tetap Jalan
Menurut dia, kekompakan dalam menyukseskan program vaksinasi menjadi bagian yang tak kalah penting untuk dilakukan. Di bawah komando Menteri Kesehatan, semua stakeholder, kepala daerah dan otoritas daerah dan non pemerintah, dipandang perlu mendukung program vaksinasi agar masyarakat terbebas dari pandemi Covid-19.
Tito mengatakan itu di sela-sela persiapan Rapat Koordinasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19, Sabtu 30 Januari 2021.
“Vaksinasi ini tidak hanya sekadar untuk melakukan proteksi perorangan, tapi juga dalam rangka membangun kekebalan kelompok atau herd immunity. Prinsip herd immunity ini adalah minimal 2/3 dari populasi harus memiliki antibody pada time frame yang sama sehingga program vaksinasi ini kuncinya adalah kecepatan,” tuturnya dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.
Oleh karena itu, sebagai negara yang menganut sistem desentralisasi, kata dia, butuh kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk melaksanakan program vaksinasi dengan cepat, termasuk kerja sama dengan unit pemerintahan ditingkat desa.
“Harus ada kerja sama antara pusat dan daerah, karena kita memiliki sistem politik pembagian kekuasaan, ada pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, bahkan pemerintah desa. Kepala desanya adalah pejabat politik karena dipilih oleh rakyat dan memiliki anggaran sendiri (APBDes),” tutur Mendagri.
Baca juga: Kapasitas Penampungan Mepet, Menkes Minta Vaksinasi Wajib pada Anak Tetap Jalan
Menurut dia, kekompakan dalam menyukseskan program vaksinasi menjadi bagian yang tak kalah penting untuk dilakukan. Di bawah komando Menteri Kesehatan, semua stakeholder, kepala daerah dan otoritas daerah dan non pemerintah, dipandang perlu mendukung program vaksinasi agar masyarakat terbebas dari pandemi Covid-19.
Lihat Juga :