Tembus 1 Juta Kasus, Penanganan Covid-19 Belum Efektif
Selasa, 26 Januari 2021 - 19:07 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi ini membuat pasien-pasien yang membutuhkan ruang perawatan juga menumpuk di IGD, terutama pada beberapa rumah sakit rujukan di kota-kota besar, seperti Jakarta. “Bahkan kita sudah juga mendengar ada pasien yang meninggal di IGD karena tidak sempat masuk ICU,” paparnya.
Dia juga menyoroti kondisi jalan raya yang masih macet padahal masih diberlakukan PSBB ketat. Bahkan bisa dibilang tidak ada perbendaan dengan kondisi sebelum pandemi. Kemacetan masih terjadi di jalan.
“Saya sedikit punya harapan ketika di malam Tahun Baru beberapa kota melakukan penjagaan yang ketat, polisi dan tentara turun ke jalan turun menjaga masyarakat tidak berkumpul dan efektif. Kenapa kondisi penjagaan yang ketat ini tidak terus dipertahankan terutama pada malam hari, agar kita bisa mengurangi kasus dulu, rem dan gas harus benar-benar diterapkan,” tuturnya.Baca juga: Tembus 1 Juta Kasus Corona, Menkes: Kita Berduka dan Harus Lebih Kerja Keras
Dia juga mengkritisi soal istilah yang bergonta-ganti dan membingungkan. Mengenai istilah pembatasan sosal berskala besar (PSBB) atau pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat ini.
Ari menuturkan, dari awal istilah locked down atau karantina wilayah seperti tabu untuk digunakan atau dijalankan. Jika melihat Australia atau China sudah berhasil mengendalikan pandemi ini.
“Secara umum peningkatan jumlah kasus harian juga semakin turun di belahan negara lain. Kita masih ingat dulu dulu ada istilah OTG, ODP dan PDP yang berganti menjadi suspek, kontak erat dan konfirmasi,” ungkapnya.
Dia juga menyoroti kondisi jalan raya yang masih macet padahal masih diberlakukan PSBB ketat. Bahkan bisa dibilang tidak ada perbendaan dengan kondisi sebelum pandemi. Kemacetan masih terjadi di jalan.
“Saya sedikit punya harapan ketika di malam Tahun Baru beberapa kota melakukan penjagaan yang ketat, polisi dan tentara turun ke jalan turun menjaga masyarakat tidak berkumpul dan efektif. Kenapa kondisi penjagaan yang ketat ini tidak terus dipertahankan terutama pada malam hari, agar kita bisa mengurangi kasus dulu, rem dan gas harus benar-benar diterapkan,” tuturnya.Baca juga: Tembus 1 Juta Kasus Corona, Menkes: Kita Berduka dan Harus Lebih Kerja Keras
Dia juga mengkritisi soal istilah yang bergonta-ganti dan membingungkan. Mengenai istilah pembatasan sosal berskala besar (PSBB) atau pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat ini.
Ari menuturkan, dari awal istilah locked down atau karantina wilayah seperti tabu untuk digunakan atau dijalankan. Jika melihat Australia atau China sudah berhasil mengendalikan pandemi ini.
“Secara umum peningkatan jumlah kasus harian juga semakin turun di belahan negara lain. Kita masih ingat dulu dulu ada istilah OTG, ODP dan PDP yang berganti menjadi suspek, kontak erat dan konfirmasi,” ungkapnya.
Lihat Juga :