Luhut Panjaitan Hibahkan Tanah 10 Hektare ke PBNU

Minggu, 24 Januari 2021 - 07:08 WIB
loading...
Luhut Panjaitan Hibahkan...
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan hibahkan tanah seluas 10 hektar di Daerah Jonggol Kabupaten Bogor, kepada PBNU. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan hibahkan tanah seluas 10 hektare di Daerah Jonggol Kabupaten Bogor, kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang akan diperuntukan untuk pembangunan kampus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA).

(Baca juga: Luhut Tes Covid-19 Pakai Genose Buatan UGM, Lihat Hasilnya?)

Dalam unggahan terbarunya di akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, Luhut mengatakan, hibah tanah itu merupakan amanat dan janji yang pernah ia ungkapkan kepala presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

(Baca juga: Terungkap! Keponakan Luhut Calon Kuat Bos SWF Dana Abadi RI)

Luhut mengaku pernah mengusulkan kepada Gus Dur untuk membuat sekolah bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) yang berkualitas yang kala itu disambut dengan sangat antusias.

(Baca juga: PBNU dan Zamedia Rintis Inovasi Nahdliyin Smartbox)

"Akhirnya kesempatan yang saya nantikan itu tiba, saya menepati janji yang saya buat dengan guru saya. Dengan didampingi salah satu putri Almarhum Gus Dur, Mbak @yennywahid, saya menyaksikan langsung proses hibah tanah seluas 10 hektare di daerah Jonggol Kabupaten Bogor, kemudian akan dibangun Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia," katanya.

Luhut juga melihat antusiasme Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dalam prosesi tersebut. "Saya melihat Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj @saidaqilsiroj53 ikut semangat karena inilah momen yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu kebersamaan melaksanakan program sesuai dengan hasil Muktamar Jombang," ucapnya.

Di depan para pengurus PBNU, Luhut menyampaikan keseriusannya untuk ikut serta terlibat dalam perencanaan pembangunan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia. Ia juga menyampaikan usulan grand design pembangunan universitas itu.

"Syukur-syukur pada tahun ini sudah jadi masterplan-nya sehingga pemerintah bisa juga membantu pembangunannya secara keseluruhan. Saya ingin pembangunan infrastruktur ini tidak hanya membangun pendidikan fisiknya saja, tetapi juga membangun pendidikan manusia, khususnya nahdiyin secara keseluruhan," tuturnya.

Luhut juga berharap kampus itu dapat melahirkan banyak intelektual yang menjunjung tinggi kebinekaan, serta religiositas yang nasionalis dan berbudaya. Hal itu sesuai dengan jati diri nahdiyin yang religius namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Nusantara.

"Saya percaya hal ini bisa diwujudkan karena @nahdlatululama selalu dinaungi osemangat kepemimpinan yang mengayomi antarsesama. Dengan keberadaan ini, menjadi rumah bagi cendekiawan dan intelektual yang memiliki misi kemanusiaan, yaitu menjunjunjung tinggi kepedulian dan toleransi terhadap sesama anak bangsa," jelasnya.

Sementara itu mantan sekretaris Presiden RI ke-4, Sulaiman menuturkan, hasil diskusi Gus Dur dengan Pak Luhut B Panjaitan salah satunya adalah kenginan beliau mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang modern buat masyarakan khususnya warga Nahdiyin.

"Cita-cita Gus Dur ini sudah dimulai dengan dihibahkannya tanah seluas 10 hektar dari sahabat beliau yaitu Pak Luhut B Panjaitan ke PBNU yang diserahkan langsung kepada Prof KH Said Aqil Siradj ketua PBNU yang juga merupakan sahabat dan Murid Gus Dur," tuturnya.

Sambung Sulaiman, KH Said Aqil Siraj yang merupakan sahabat dan Murid beliau yang sangat peduli dengan dunia pendidikan dan sepeninggalnya Gus Dur, ikut bekerja di Kemenko Kemaritiman dan Investasi

"Mudah-muhdahan jika pandemi sudah berkahir saya dapat mendampingii Pak Luhut ziarah ke makam Gus Dur di PP Tebuireng, Jombang," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Rekomendasi
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved