Komisi di DPR Diminta Gelar Rapat Gabungan Kebut Produksi Vaksin Merah Putih

Selasa, 19 Januari 2021 - 14:43 WIB
loading...
Komisi di DPR Diminta...
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Mulyanto meminta pimpinan Komisi VII DPR diminta menyelenggarakan rapat gabungan bersama Komisi IX DPR dengan mengundang sejumlah stake holder. Foto/dpr.go.id
A A A
JAKARTA - Pimpinan Komisi VII DPR diminta menyelenggarakan rapat gabungan bersama Komisi IX DPR dengan mengundang Menristek Bambang Brodjonegoro, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Satgas COVID-19, BPOM dan BUMN Bio Farma. Rapat itu dinilai perlu untuk membahas percepatan jadwal uji pra klinis dan uji klinis vaksin Merah Putih serta membahas dukungan pemerintah untuk menyertakan vaksin Merah Putih dalam program vaksinasi nasional double doses.

Adapun permintaan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Mulyanto saat Rapat Kerja (Raker) antara Komisi VII DPR dengan Menristek, Direktur LBM Eijkman dan Kepala LPNK Ristek, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 18 Januari 2021. "Hal ini penting karena kita tengah berkejaran dengan waktu terkait pandemi COVID-19 ini," ujar Mulyanto dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Selasa (19/1/2021). Baca juga: Pemerintah Didesak Percepat Produksi Vaksin Merah Putih

Mulyanto mengatakan komitmen terhadap 3 juta vaksin Sinovac sudah terlanjur diambil pemerintah walaupun vaksin ini hanya memiliki efikasi sebesar 65%. "Karena itu masih diperlukan tambahan lebih dari 100 juta dosis vaksin untuk vaksinasi penduduk Indonesia secara signifikan. Jumlah ini sangat besar dan secara bisnis merupakan pasar yang empuk," tegas Anggota Komisi VII DPR ini.

Menurutnya, produksi dan penggunaan vaksin Merah Putih sangat penting agar Indonesia tidak tergantung pada vaksin impor dan sekadar menjadi pasar bisnis vaksin semata. Selain itu, dia khawatir uang negara yang terbatas dan didapat dari utang terkuras habis hanya untuk membeli vaksin impor.

"Karena itu sangat masuk akal kalau kita menggesa riset dan produksi vaksin Merah Putih agar segera digunakan bagi pemulihan pandemi COVID-19. Jangan sampai terlambat yakni diproduksi pada saat pasar vaksin sudah jenuh," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pengadaan vaksin tidak boleh dimonopoli oleh satu produk dengan harga yang tak terkendali. Dia menilai potensi pasar vaksin jangan hanya dinikmati oleh berbagai produk impor yang menyedot devisa negara.

Untuk itu perlu intervensi negara untuk mendorong riset dan produksi vaksin Merah Putih. "Ini penting agar kita tidak sekadar menjadi negara pengguna dan pembeli, tetapi menjadi negara pembuat, yang berbasis keunggulan para innovator handal nasional. Kita bisa," pungkasnya.

Diketahui, dalam Raker bersama Komisi VII DPR, Menristek Bambang Brodjonegoro menyatakan ada 11 platform riset vaksin Merah Putih oleh 6 lembaga riset yakni LBM Eijkman, LIPI, UI, ITB, Unair, dan UGM. Yang tercepat, LBM Eijkman menjadwakan uji klinis tahap 1-3 bersama BUMN Bio Farma pada buan Juli-Desember 2021 dan target memperoleh izin BPOM dan diproduksi massal pada bulan Januari 2022. Baca juga: Bio Farma Produksi Vaksin Merah Putih di Kuartal III-2021

Raker Komisi VII DPR dengan Menristek ditutup dengan kesepakatan akan segera menjadwalkan rapat gabungan komisi DPR untuk membahas percepatan riset dan produksi vaksin Merah Putih.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Wakil Ketua Komisi VII...
Wakil Ketua Komisi VII DPR Soroti Dugaan Oligopoli di Perfilman Indonesia
DPR Apresiasi Pemerintah...
DPR Apresiasi Pemerintah Sikapi Kenaikan Avtur, Harusnya Tiket Pesawat Tak Naik
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Wakil Ketua Komisi IX...
Wakil Ketua Komisi IX Pertanyakan Ketahanan Dana BPJS Kesehatan
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Bane Tegaskan Pentingnya...
Bane Tegaskan Pentingnya Kepastian Hukum bagi Daya Saing Industri
Rekomendasi
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
Spesifikasi Fregat Merah...
Spesifikasi Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih dengan Senjata Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved