Pilpres 2024 Momen Lahirkan Banyak Calon, Tokoh Disarankan Mulai Dekati Parpol

Sabtu, 16 Januari 2021 - 06:15 WIB
loading...
Pilpres 2024 Momen Lahirkan...
Pilpres 2024 idealnya menjadi momentum politik nasional untuk menghadirkan banyak sosok yang diusung menjadi capres dan cawapres. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Perdebatan tentang pemilu nasional yang ideal terus menjadi diskursus di kalangan peneliti, akademisi dan elite partai politik (parpol) sampai hari ini.

Termasuk soal perdebatan peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 mendatang yang masih dibatasi oleh ambang batas persyaratan parpol atau gabungan parpol dalam mengusung calon presiden dan wakil presiden.

Merujuk pada ketentuan yang ada, pengusungan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) masih mengharuskan ketentuan 20% kursi di DPR atau 25% gabungan suara parpol.

Di sisi lain, ada sejumlah pihak yang terus "menggugat" agar ambang batas presiden (presidential threshold) dinihilkan alias menjadi 0%.Baca juga: PDIP Sukses Antar Ganjar-Puan-Risma Masuk Bursa Capres 2024, Partai Lain Gagal Lakukan Kaderisasi?

Menanggapi dinamika politik yang berkembang, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (Sudra) Fadhli Harahab memandang Pilpres 2024 idealnya menjadi momentum politik nasional untuk menghadirkan banyak sosok yang diusung menjadi capres dan cawapres.

"Tapi debat ideal dan enggak ideal itu relatif, karena masing-masing elite partai dan mungkin tokoh nasional pasti punya persepsi berbeda-beda. Di situlah muncul ketentuan ambang batas untuk membatasi. Kita gak bisa menafikan kalo ambang batas dinolkan, maka tokoh masyarakat dari lurah sampai sopir ojol juga bisa mencalonkan. Masak kita mau larang, kan enggak bisa. Wong itu bicara hak politik warga negara," tuturnya kepada SINDOnews, Jumat 15 Januari 2021.Baca juga: Kans Ridwan dan Anies Jadi Capres 2024 Lebih Terbuka, Ganjar Mentok Kultur PDIP

Menurut dia, dengan kondisi demikian, yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni bagaimana masing-masing pihak yang berkepentingan di 2024 bisa duduk bersama dan mencari solusi bersama.

Dia menilai sangat naif jika harus diubah menjadi 0% lantaran hal ini akan menimbulkan perdebatan panjang. "Kita ketahui bersama, soal batasan tersebut sudah berulang kali dibawa ke MK (Mahkamah Kontitusi) tapi selalu kandas. Butuh waktu panjang nantinya untuk berdebat lagi. Sementara 2021 ini sudah masuk tahun politik, UU Pemilu juga mulai diprioritaskan di Baleg DPR," tandasnya.

Oleh karena itu, analis politik UIN Jakarta ini menyarankan para tokoh, utamanya yang saat ini tak memiliki dukungan parpol untuk segera bergabung ke parpol atau setidaknya secara intens melakukan pendekatan kepada petinggi-petinggi parpol.

"Itu jalan satu-satunya. Sisi komprominya di situ. Jadi tokoh yang mohon maaf saat ini masih 'tercecer' segera bergabung ke parpol. Apa pun parpolnya, baik pemilik kursi di parlemen atau (nonparlemen. Ini jauh lebih realistis kalau kita menginginkan masyarakat tak terpecah dalam 'dua perahu besar' seperti 2014 dan 2019 kemarin," tuturnya.

Direktur Riset dan Program Sudra, Surya Vandiantara menilai hal yang sama tentang gejala dan kecenderungan politik hari ini.

Dia melihat momentum Pilpres 2024 melahirkan banyak calon cukup terbuka lebar. Oleh karena itu harus segera terkonsolidasi secara massif oleh para tokoh dan elite politik nasional.

Baca juga: Kriteria Seperti Ini Cocok Jadi Cawapresnya Anies Baswedan

Surya menilai lahirnya banyak tokoh nasional yang terjaring lembaga survei bisa menjadi pertimbangan. Hal ini harus segera dilakukan. Pasalnya dalam kajian lembaganya telah lahir banyak tokoh nasional, baik kader partai, tokoh oposisi nasional hingga para kepala daerah yang sedang naik daun.

"Harus diakui, Pilpres 2019 lalu lawan yang sepadan buat Pak Jokowi ya Pak Prabowo. Walaupun pada akhirnya, Pak Prabowo secara rekonsiliatif mau menerima pinangan Pak Jokowi bergabung ke pemerintah. Nah, saya melihat kecenderungan ini akan berubah pada 2024, karena banyak figur potensial yang lahir," tutur Surya menegaskan.

Surya menganggap momentum ini akan terjadi di 2024 mendatang. Untuk itu, ia menyarankan agar para tokoh nasional yang dianggap masih "tercecer" harus segera menentukan arah politiknya.

Dia khawatir dengan waktu yang sempit ini, momentum banyak tokoh yang lahir sebagai calon pemimpin nasional justru tampak hilang tak berbekas.

"Pada akhirnya negara yang dirugikan karena tercecernya kader-kader rakyat yang absen di pentas nasional. Padahal legacy yang akan ditinggalkan Pak Jokowi cukup berat. Alih-alih ekonomi bangkit, tapi bangsa Indonesia hampir dua tahun dilanda pandemi Corona. Jadi tugas pemimpin berikutnya masih fokus pemulihan ekonomi," katanya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Momen Jokowi Salat Jumat...
Momen Jokowi Salat Jumat Masjid Al Hikmah Sebelum Blusukan di Lampung
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Rekomendasi
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
4 Calon Top Skor Terkuat...
4 Calon Top Skor Terkuat di Euro 2024, Semuanya Tampil di Final
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved