Konsolidasi Nahdliyin dan Jihad Fatayat NU Mengawal RUU PKS
Kamis, 14 Januari 2021 - 16:02 WIB
loading...
Webinar PP Fatayat NU dengan Lembaga dan Badan Otonom (Banom) NU, Kamis (14/01/2021). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pengusulan kembali Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual ( RUU PKS ) agar masuk di Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021 adalah jihad untuk memerangi kekerasan seksual di Indonesia.
(Baca juga: Ketua Nahdlatul Ulama Jawa Barat: RUU Larangan Minol Disahkan, Lebih Cepat Lebih Bagus)
Ketum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU) Anggia Erma Rini menegaskan, komitmen tersebut dalam sesi Webinar PP Fatayat NU dengan Lembaga dan Badan Otonom (Banom) NU, Kamis (14/01/2021).
(Baca juga: Corona Masih Melanda, PBNU Tunda Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama)
Webinar ini diikuti Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj, dan stake hoder proses kunci lahirnya RUU PKS , Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Komisioner Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshori, serta Anggota Baleg DPR RI dari Fraksi PKB Nur Nadlifah.
(Baca juga: Ketua Nahdlatul Ulama Jawa Barat: RUU Larangan Minol Disahkan, Lebih Cepat Lebih Bagus)
Ketum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU) Anggia Erma Rini menegaskan, komitmen tersebut dalam sesi Webinar PP Fatayat NU dengan Lembaga dan Badan Otonom (Banom) NU, Kamis (14/01/2021).
(Baca juga: Corona Masih Melanda, PBNU Tunda Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama)
Webinar ini diikuti Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj, dan stake hoder proses kunci lahirnya RUU PKS , Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Komisioner Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshori, serta Anggota Baleg DPR RI dari Fraksi PKB Nur Nadlifah.
Lihat Juga :