Seknas Jokowi: Vaksin Bukan hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 14 Januari 2021 - 17:53 WIB
loading...
Seknas Jokowi: Vaksin...
Petugas memindahkan vaksin Covid-19 Sinovac dari mobil boks ke dalam gudang penyimpanan, saat tiba di Gudang Farmasi Dinkes Surabaya Jalan Kali Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/1/2021). Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Dedy Mawardi menegaskan, program vaksinasi Covid-19 bukan hanya urusan pemerintah.

Menurut dia, vaksinasi untuk melawan pendemi virus Corona dan perbaikan ekonomi nasional hendaknya melibatkan seluruh elemen bangsa.

Karena itu, kata Dedy kepada wartawan di Jakarta, Kamis(14/1/2021), masalah komunikasi mesti diperbaiki untuk ditingkatkan. "Komunikasi yang tepat sasaran harus mendapatkan perhatian. Artinya, tidak melulu tertumpu pada Kementerian Kesehatan dan Kementerian Informasi dan Komunikasi ," kata Dedy.

Baca juga: Masker Pintar Razer Tidak Hanya Keren, Tapi Proteksinya Setara N95

Penegasan Seknas Jokowi ini disampaikan karena masih ada elemen masyarakat yang menolak disuntik vaksin Corona dengan berbagai alasan. "Perbaikan komunikasi ini demikian penting, mengingat masih ada anggota masyarakat termasuk politisi yang menolak vaksin," tambah Dedy.

Dia menilai komunikasi yang baik disertai partisipasi seluruh elemen bangsa merupakan hal penting sehingga target Presiden Jokowi semua rakyat memperoleh vaksin dapat terpenuhi.Dia mendorong komunikasi pemerintah perlu di perkuat lagi dengan partisipasi seluruh elemen bangsa dalam sosialisasi vaksinasi Covid-19. Baca:Minta Maaf Setelah Dikritik, Raffi Ahmad: "Terima Kasih Sudah Mengingatkan Saya

Menjawab pertanyaan, Dedy Mawardi menyatakan divaksin atau menolak itu hak, setiap orang boleh menolak vaksinasi. Tetapi diingatkan, sikap menolak tersebut tidak boleh bernada provokasi atau menghasut masyarakat lainnya.

"Kalau hak menolak sampai mengprovokasi dan menghasut itu melanggar hukum, jika seperti itu tentu aparat hukum boleh bertindak sesuai undang-undang yang berlaku," katanya. . (Baca juga: Bertambah Dua Kasus, 2.775 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri)
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Jusuf Kalla: Kasih Tahu...
Jusuf Kalla: Kasih Tahu Semua Termul-termul Itu, Jokowi Jadi Presiden karena Saya
JK Heran Ceramahnya...
JK Heran Ceramahnya di UGM Dipermasalahkan usai Singgung Ijazah Jokowi
JK Tunjukkan Foto Jokowi...
JK Tunjukkan Foto Jokowi Sungkem usai Dibawa ke Jakarta
Rismon Kantongi RJ,...
Rismon Kantongi RJ, Relawan Jokowi Minta Roy Suryo-Tifa Segera Disidangkan
Dokter Tifa Ungkap Termul...
Dokter Tifa Ungkap Termul Tak Henti Bikin Fitnah
Soroti Banjir Berulang...
Soroti Banjir Berulang di Jakarta, Rampai Nusantara Minta Solusi Strategis
Kubu Roy Suryo Cs Laporkan...
Kubu Roy Suryo Cs Laporkan 2 Relawan Jokowi ke Polda Metro Terkait Pencemaran Nama Baik
Projo Dapat Restu Jokowi...
Projo Dapat Restu Jokowi Dukung Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta
Rekomendasi
Dede Sunandar Akui Tak...
Dede Sunandar Akui Tak Ingin Cerai, Tapi Karen Hertatum Tetap Ingin Berpisah
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
Berita Terkini
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved