MUI: Vaksinasi Merupakan Ikhtiar Memutus Rantai Penularan COVID-19

loading...
MUI: Vaksinasi Merupakan Ikhtiar Memutus Rantai Penularan COVID-19
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan menegaskan jika vaksinasi merupakan ikhtiar untuk memutus mata rantai penularan pandemi COVID-19. Foto/Setpres
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia ( MUI ), Amirsyah Tambunan menegaskan jika vaksinasi merupakan ikhtiar untuk memutus mata rantai penularan pandemi COVID-19 .

“Apa yang kita lakukan adalah merupakan ikhtiar nyata untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Yaitu vaksinasi COVID-19 ini merupakan satu ikhtiar yang nyata dalam rangka untuk menyehatkan umat dan bangsa kita,” tegasnya Amirsyah dalam Konferensi Pers “Pernyataan Tokoh Agama Tentang Keamanan Vaksin” dari Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Baca juga: Tensi Darah Tinggi, Wali Kota Tangerang Tunda Vaksinasi Covid-19

Selain itu, Amirsyah juga menegaskan jika vaksin COVID-19 telah dinyatakan halal dan aman bagi masyarakat Indonesia secara umum dan umat muslim khususnya. “Karena itu Majelis Ulama Indonesia yang melalui fatwa Nomor 2 Tahun 2021 telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini dinyatakan halal dan aman untuk dipergunakan bagi masyarakat Indonesia secara umum. Dan khususnya bagi umat Islam,” kata Amirsyah.

Amirsyah mengatakan setelah vaksinasi yang perlu dilakukan ada tetap melakukan tiga wajib yakni wajib iman, wajib aman, dan wajib imun. “Yang kedua perlu diketahui bahwa setelah kita melakukan vaksinasi atau dalam proses vaksinasi ini tetap kita wajib melakukan tiga hal yaitu wajib untuk terus-menerus memperkuat iman, dan yang kedua adalah wajib untuk tetap kita merasa aman, dan yang ketiga adalah wajib untuk meningkatkan rasa imun,” tuturnya.



Kewajiban-kewajiban semacam ini, kata Amirsyah, harus terus dilakukan dalam rangka proses vaksinasi yang berjalan nanti beberapa bulan kemudian. “Sehingga dalam proses vaksinasi ini kita menginginkan cakupan vaksinasi ini bisa mencapai lebih dari 7% dalam rangka menciptakan herd immunity atau kekebalan bagi semua masyarakat Indonesia,” katanya.

“Kalau diri kita kebal keluarga masyarakat, Insya Allah yang tidak ikut vaksinasi karena faktor kesehatan justru sudah sepatutnya mengucapkan terima kasih kepada kita semua yang telah mengikuti vaksinasi,” sambung Amirsyah.

Amirsyah juga berpesan agar tetap menegakkan protokol kesehatan. “Saya ingin memberikan pesan penting yaitu tetap wajib untuk menegakkan protokol kesehatan cari menyampaikan dengan 5 sehat 6 sempurna.” Baca juga: Para Dokter Gigi Siap Dukung Sukseskan Vaksinasi Covid-19



“Lima sehat itu pertama tetap kita harus memakai masker, terus yang kedua adalah sering mencuci tangan dan yang ketiga adalah menjaga jarak ya secara aman, dan yang keempat berolahraga, olahraga ini ada kaitanya dengan tidak panik istirahat, yang cukup kemudian yang kelima adalah makan makanan yang halal dan bergizi, dan yang keenam kita tetap doa dan tawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa Allah Subhanahu Wa Ta'ala,” tambah Amirsyah.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top