Jadi Calon Tunggal Kapolri, Ini 3 Pesan dari MUI Tangsel untuk Komjen Listyo
Kamis, 14 Januari 2021 - 05:28 WIB
loading...
A
A
A
Sebagaimana diketahui, setelah resmi dilantik oleh Kapolri Jenderal Idham Azis sebagai Kabareskrim pada 16 Desember 2019 lalu, Listyo langsung bergerak. Dalam waktu seminggu Sigit mengungkap perkara besar yang menyorot perhatian publik, yakni kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.
Saat itu, Komjen Listyo Sigit mengumumkan secara langsung penangkapan dua pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan. Mereka adalah, RM dan RB, keduanya merupakan oknum anggota kepolisian.
Tak berhenti sampai di situ, Bareskrim di bawah komandonya juga membuktikan bahwa penegakan hukum tak pandang bulu dan mewujudkan komitmen dalam melakukan pembenahan internal.
Hal itu tercermin dalam penangkapan buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020. Bahkan, dalam hal ini Komjen Listyo memimpin langsung tim ke Malaysia guna menangkap Djoko Tjandra. Proses pengusutan perkaranya, menyeret pula dugaan keterlibatan dua oknum jenderal yakni, Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte.
Saat itu, Komjen Listyo Sigit mengumumkan secara langsung penangkapan dua pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan. Mereka adalah, RM dan RB, keduanya merupakan oknum anggota kepolisian.
Tak berhenti sampai di situ, Bareskrim di bawah komandonya juga membuktikan bahwa penegakan hukum tak pandang bulu dan mewujudkan komitmen dalam melakukan pembenahan internal.
Hal itu tercermin dalam penangkapan buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020. Bahkan, dalam hal ini Komjen Listyo memimpin langsung tim ke Malaysia guna menangkap Djoko Tjandra. Proses pengusutan perkaranya, menyeret pula dugaan keterlibatan dua oknum jenderal yakni, Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte.
(mhd)
Lihat Juga :