Blusukan, Cara Risma Pinjam Tangan Anies untuk Dongkrak Popularitas
Selasa, 12 Januari 2021 - 09:17 WIB
loading...
Mensos Tri Rismaharini dinilai sedang mendongkrak popularitas melalui blusukan untuk menyaingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai, metode blusukan oleh tokoh pemerintahan tidak terlalu efektif lagi. Selain kenyataannya, presiden terpilih karena melakukan blusukan tapi akhirnya bertindak elitis, metode ini juga sudah terlalu umum dipraktikkan.
"Dan hasilnya selalu tidak menggambarkan yang terpilih sebagai pemimpin rakyat bawah. Hanya saja, bila dikaitkan dengan (blusukan mensos) Risma , membangun citra sebagai pemimpin merakyat dengan blusukan itu bukanlah tujuan utamanya," katanya saat dihubungi SINDOnews, Selasa (12/1/2021).
Lebih lanjut Ray menegaskan, alasan 'blusukan' Risma adalah untuk mendapatkan keriuhan cuitan di media sosial dan aktivitas dirinya sebagai Mensos karena punya potensi akan menjadi pesaing Anies di Jakarta. Mengapa Jakarta dan blusukan? Jawabannya sederhana. Karena di Jakarta akan tersedia seluruh perangkat yang bisa menaikan popularitas itu. (Baca juga: Blusukan Risma yang Memunculkan Pro Kontra )
"Satu, media yang begitu banyak berkumpul. Dua, pendukung (Gubernur DKI) Anies yang akan serta merta dengan sukarela melakukan cuitan aktivitas itu. Apalagi aktivitas dimaksud menyinggung kepemimpinan Anies. Akan serta merta pendukung Anies melakukan cuitan," lanjut Ray.
Ray mengatakan, semua fasilitas yang ada di DKI Jakarta ini gratis dan bahkan nyaris tak mengeluarkan biaya. Cukup menaikan emosi pendukung Anies, popularitas akan didapuk. Tentu nadanya negatif, tapi bagi politisi, nada negatif itu urusan kedua. Yang pertama adalah naiknya popularitas. Meraup popularitas itu mahal dan tidak mudah. Tapi bisa gratisan kalau di Jakarta dengan syarat menjadi oposisi Anies.
"Dan hasilnya selalu tidak menggambarkan yang terpilih sebagai pemimpin rakyat bawah. Hanya saja, bila dikaitkan dengan (blusukan mensos) Risma , membangun citra sebagai pemimpin merakyat dengan blusukan itu bukanlah tujuan utamanya," katanya saat dihubungi SINDOnews, Selasa (12/1/2021).
Lebih lanjut Ray menegaskan, alasan 'blusukan' Risma adalah untuk mendapatkan keriuhan cuitan di media sosial dan aktivitas dirinya sebagai Mensos karena punya potensi akan menjadi pesaing Anies di Jakarta. Mengapa Jakarta dan blusukan? Jawabannya sederhana. Karena di Jakarta akan tersedia seluruh perangkat yang bisa menaikan popularitas itu. (Baca juga: Blusukan Risma yang Memunculkan Pro Kontra )
"Satu, media yang begitu banyak berkumpul. Dua, pendukung (Gubernur DKI) Anies yang akan serta merta dengan sukarela melakukan cuitan aktivitas itu. Apalagi aktivitas dimaksud menyinggung kepemimpinan Anies. Akan serta merta pendukung Anies melakukan cuitan," lanjut Ray.
Ray mengatakan, semua fasilitas yang ada di DKI Jakarta ini gratis dan bahkan nyaris tak mengeluarkan biaya. Cukup menaikan emosi pendukung Anies, popularitas akan didapuk. Tentu nadanya negatif, tapi bagi politisi, nada negatif itu urusan kedua. Yang pertama adalah naiknya popularitas. Meraup popularitas itu mahal dan tidak mudah. Tapi bisa gratisan kalau di Jakarta dengan syarat menjadi oposisi Anies.
Lihat Juga :