Panglima TNI Ajak Tokoh Papua Sosialisasikan Pentingnya Vaksin Covid -19
Jum'at, 08 Januari 2021 - 19:09 WIB
loading...
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengajak tokoh agama di Papua untuk menyosialisasikan rencana vaksinasi Covid-19. Foto/SINDOnews/abdullah m surjaya
A
A
A
PAPUA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengajak tokoh agama di Papua untuk menyosialisasikan rencana vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan kepada masyarakat umum dalam waktu dekat. Dengan adanya, sosialisasi dari masyarakat diharapkan tidak ada penolakan saat vaksinasi dilakukan di Bumi Cendrawasih.
Dalam kunjunganya, Hadi mengajak para tokoh agama untuk membantu pemerintah dalam menyosialisasikan rencana vaksinasi, tentang pentingnya divaksin, pentingnya disuntik.”Sehingga masyarakat secara sadar mengikuti instruksi dari tokoh agama, karena di Papua semuanya mengikuti ajakan dari tokoh,” katanya. (Baca juga: Rekor! Kasus Covid-19 Sehari Tembus 10.617, DKI Jakarta dan Jabar Tertinggi)
Rencananya, kata dia, program vaksinasi akan dilakukan dalam dua tahapan. Untuk tahap pertama akan diberikan kepada 1,3 juta orang dan pemberian vaksin akan diutamakan kepada tenaga kesehatan termasuk anggota TNI dan Polri. Setelah itu tahap berikutnya pemberian vaksin kepada masyarakat sesuai dengan perencanaan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. ”Namun selama menunggu, dan nantinya mendapat vaksin, tetap saya ingatkan bahwa protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan,” ungkapnya. (Baca juga: Komisi Fatwa MUI Tetapkan Vaksin Covid-19 Produksi Sinovac Halal dan Suci)
Dalam kunjunganya, Hadi mengajak para tokoh agama untuk membantu pemerintah dalam menyosialisasikan rencana vaksinasi, tentang pentingnya divaksin, pentingnya disuntik.”Sehingga masyarakat secara sadar mengikuti instruksi dari tokoh agama, karena di Papua semuanya mengikuti ajakan dari tokoh,” katanya. (Baca juga: Rekor! Kasus Covid-19 Sehari Tembus 10.617, DKI Jakarta dan Jabar Tertinggi)

Rencananya, kata dia, program vaksinasi akan dilakukan dalam dua tahapan. Untuk tahap pertama akan diberikan kepada 1,3 juta orang dan pemberian vaksin akan diutamakan kepada tenaga kesehatan termasuk anggota TNI dan Polri. Setelah itu tahap berikutnya pemberian vaksin kepada masyarakat sesuai dengan perencanaan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. ”Namun selama menunggu, dan nantinya mendapat vaksin, tetap saya ingatkan bahwa protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan,” ungkapnya. (Baca juga: Komisi Fatwa MUI Tetapkan Vaksin Covid-19 Produksi Sinovac Halal dan Suci)

Lihat Juga :