Silaturahmi ke Rabithah Alawiyah, Menag Yaqut Dapat Doa Restu dari Para Habib
Senin, 28 Desember 2020 - 20:45 WIB
loading...
Menag Yaqut Cholil Qoumas bersilaturahmi ke Rabithah Alawiyah, organisasi para habaib di Indonesia. Menag disambut Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zen Umar Smith. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tak henti berkeliling ke sejumlah tokoh agama dan organisasi sosial keagamaan setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo, pekan lalu. Senin (28/12/2020) siang, Menag Yaqut giliran bersilaturahmi ke Rabithah Alawiyah , organisasi para habib di Indonesia.
Kedatangan Menteri Yaqut ke Kantor Pusat Rabhitah Alawiyah di Jakarta Selatan tersebut disambut langsung oleh Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zen Umar Smith dan sejumlah pengurus. Pertemuan yang berlangsung di lantai 5 gedung tersebut berlangsung sangat cair.
"Maaf kami datang agak telat karena baru saja dipanggil oleh Presiden Jokowi di Istana. Tadi Bapak Presiden juga menitipkan salam kepada jajaran pengurus Rabithah Alawiyah dan seluruh anggotanya di Indonesia," ujar Menag. (Baca juga: Kunjungi Gereja Blenduk, Gus Yaqut Yakinkan Jadi Menteri Semua Agama )
Selain memperkenalkan sebagai menteri agama yang baru dan menjelaskan beberapa program Kementerian Agama, Menag Yaqut berharap Rabithah Alawiyah terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Menag menilai, peran aktif Rabithah Alawiyah dan anggotanya selama ini sangat membantu dalam kemajuan sekaligus kedamaian bangsa. Untuk itu, dirinya meminta peran positif ini bisa terus dilanjutkan bersama-sama pemerintah dalam rangka mewujudkan kehidupan yang adil dan makmur.
"Pertemuan ini sifatnya hanya silaturahmi saja. Alhamdulillah para habaib memberikan restu dan doa agar amanah yang kami emban ini bisa tertunaikan dengan baik," kata Menag usai pertemuan.
Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zen Umar sangat bersyukur atas kedatangan Menag Yaqut di kantornya. Bahkan dengan bangga, Habib Zen menyebut Yaqut Cholil Qoumas adalah Menag pertama yang pernah berkunjung langsung ke kantor Rabithah Alawiyah. Untuk itu, dia memberikan doa dan dukungan penuh agar Menag Yaqut bisa mengemban kepercayaan dari Presiden Jokowi tersebut dengan sebaik-baiknya.
"Kami sangat terbuka, dan organisasi ini sebenarnya diisi oleh beragam profesi dari ustaz, dai, profesional, intelektual hingga pebisnis," ujarnya. (Baca juga: Fadli Zon Tantang Menag Debat soal Populisme Islam )
Kedatangan Menteri Yaqut ke Kantor Pusat Rabhitah Alawiyah di Jakarta Selatan tersebut disambut langsung oleh Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zen Umar Smith dan sejumlah pengurus. Pertemuan yang berlangsung di lantai 5 gedung tersebut berlangsung sangat cair.
"Maaf kami datang agak telat karena baru saja dipanggil oleh Presiden Jokowi di Istana. Tadi Bapak Presiden juga menitipkan salam kepada jajaran pengurus Rabithah Alawiyah dan seluruh anggotanya di Indonesia," ujar Menag. (Baca juga: Kunjungi Gereja Blenduk, Gus Yaqut Yakinkan Jadi Menteri Semua Agama )
Selain memperkenalkan sebagai menteri agama yang baru dan menjelaskan beberapa program Kementerian Agama, Menag Yaqut berharap Rabithah Alawiyah terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Menag menilai, peran aktif Rabithah Alawiyah dan anggotanya selama ini sangat membantu dalam kemajuan sekaligus kedamaian bangsa. Untuk itu, dirinya meminta peran positif ini bisa terus dilanjutkan bersama-sama pemerintah dalam rangka mewujudkan kehidupan yang adil dan makmur.
"Pertemuan ini sifatnya hanya silaturahmi saja. Alhamdulillah para habaib memberikan restu dan doa agar amanah yang kami emban ini bisa tertunaikan dengan baik," kata Menag usai pertemuan.
Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zen Umar sangat bersyukur atas kedatangan Menag Yaqut di kantornya. Bahkan dengan bangga, Habib Zen menyebut Yaqut Cholil Qoumas adalah Menag pertama yang pernah berkunjung langsung ke kantor Rabithah Alawiyah. Untuk itu, dia memberikan doa dan dukungan penuh agar Menag Yaqut bisa mengemban kepercayaan dari Presiden Jokowi tersebut dengan sebaik-baiknya.
"Kami sangat terbuka, dan organisasi ini sebenarnya diisi oleh beragam profesi dari ustaz, dai, profesional, intelektual hingga pebisnis," ujarnya. (Baca juga: Fadli Zon Tantang Menag Debat soal Populisme Islam )
Lihat Juga :