Crazy Rich Muda Masuk Kabinet, Politikus PKB Sebut Jokowi Terpaksa
Minggu, 27 Desember 2020 - 20:24 WIB
loading...
A
A
A
Mendengar paparan Peneliti dari ISEAS, Made Supriatma, kata Faisol, ada semacam kekuatan pengusaha baru yang sekarang ini tumbuh dan berusaha mengambil porsi kekuasaan, entah untuk Pilpres 2024, untuk diri mereka atau untuk bangsa Indonesia. Jadi, inilah elite-elite baru dan muda yang akan mengisi 20-30 tahun yang akan malang melintang di bisnis, ekonomi dan politik.
"Ini nama-nama yang akan eksis dalam kekusaan dan bisnis," ungkap Faisol. (Baca juga: Sandi Masuk Kabinet Jokowi, Siapa Diuntungkan di Pilpres 2024? )
Karena itu, politikus Senayan ini lebih senang menduga mereka yang memaksa atau membuat Jokowi terpaksa memilih mereka masuk dalam kabinet. Jokowi mungkin tidak memiliki pilihan terlalu banyak dengan situasi COVID-19 seperti ini di mana, ekonomi Indonesia menjadi bagian dari ekonomi global yang ambruk dan berusaha mencari jalan keluar dalam kesempatan yang ada sekecil apapun itu.
"Kalau kita lihat dengan beberapa perjalanan dari anggota-anggota kabinet kita ke beberapa belahan dunia, terjadi proses reshuffle dan terjadi beberapa kekuatan politik Islam kanan, saya kira jelas pesannya bahwa kekuasaan ini sekarang, kabinet ini sekarang sangat friendly terhadap global fund, sebanyak mungkin akan menarik global fund investasi dan semacamnya untuk masuk ke Indonesia. Perlombaan inilah yang sepertinya sedang dilakukan Pak Jokowi," paparnya.
Di beberapa peristiwa politik seperti misalnya, tekanan terhadap Front Pembela Islam (FPI), beberapa penilaian konspirasi bahwa pemerintah akan membukan hubungan politik dengan Israel seperti yang dilakukan beberapa negara Timur Tengah, menurut Ketua Komisi VI DPR ini, di luar persoalan itu, dirinya lebih ingin melihat bahwa kabinet ini mungkin memang kabinet yang diharapkan Jokowi bisa bekerja pada 2021, di mana Jokowi memberikan 2 tekanan, suksesnya vaksinasi dan pemulihan ekonomi lebih cepat.
"Ini nama-nama yang akan eksis dalam kekusaan dan bisnis," ungkap Faisol. (Baca juga: Sandi Masuk Kabinet Jokowi, Siapa Diuntungkan di Pilpres 2024? )
Karena itu, politikus Senayan ini lebih senang menduga mereka yang memaksa atau membuat Jokowi terpaksa memilih mereka masuk dalam kabinet. Jokowi mungkin tidak memiliki pilihan terlalu banyak dengan situasi COVID-19 seperti ini di mana, ekonomi Indonesia menjadi bagian dari ekonomi global yang ambruk dan berusaha mencari jalan keluar dalam kesempatan yang ada sekecil apapun itu.
"Kalau kita lihat dengan beberapa perjalanan dari anggota-anggota kabinet kita ke beberapa belahan dunia, terjadi proses reshuffle dan terjadi beberapa kekuatan politik Islam kanan, saya kira jelas pesannya bahwa kekuasaan ini sekarang, kabinet ini sekarang sangat friendly terhadap global fund, sebanyak mungkin akan menarik global fund investasi dan semacamnya untuk masuk ke Indonesia. Perlombaan inilah yang sepertinya sedang dilakukan Pak Jokowi," paparnya.
Di beberapa peristiwa politik seperti misalnya, tekanan terhadap Front Pembela Islam (FPI), beberapa penilaian konspirasi bahwa pemerintah akan membukan hubungan politik dengan Israel seperti yang dilakukan beberapa negara Timur Tengah, menurut Ketua Komisi VI DPR ini, di luar persoalan itu, dirinya lebih ingin melihat bahwa kabinet ini mungkin memang kabinet yang diharapkan Jokowi bisa bekerja pada 2021, di mana Jokowi memberikan 2 tekanan, suksesnya vaksinasi dan pemulihan ekonomi lebih cepat.