Bencana Dahsyat Itu Sudah 16 Tahun Berlalu, Berikut 10 Fakta Tsunami Aceh
Sabtu, 26 Desember 2020 - 16:53 WIB
loading...
A
A
A
Sayembara tingkat Internasional digelar tahun 2007 dalam rangka memperingati 3 tahun kejadian Tsunami Aceh. Bangunan Museum Aceh dirancang oleh Ridwan Kamil yang kala masih menjadi dosen Artistektur ITB dan belum menjadi Gubernur Jawa Barat.
Bangunan ini berkonsep rumoh Aceh dan on escape hill, referensi utamanya adalah nilai-nilai Islam, budaya lokal, dan abstraksi tsunami. Sangat artristik dengan empat lantai seluas 2.500 m².
Memperingati para korban, sejumlah nama dicantumkan di dinding salah satu ruang terdalam museum, dan warga masyarakat yang selamat dari bencana ini.
Selain perannya sebagai tugu peringatan bagi korban tewas, museum ini juga berguna sebagai tempat perlindungan dari bencana semacam ini pada masa depan, termasuk 'bukit pengungsian' bagi pengunjung jika tsunami terjadi lagi.
8. Donasi Belasan Miliar Dollar
Kejadian tsunami Samudra Hindia memunculkan simpatik banyak negara. Beberapa negara di belahan dunia berdonasi ke sejumlah negara yang terdampak. Total Belasan hingga Puluhan Miliar disumbangkan baik secara individu maupun lembaga.
Australia menjanjikan US$ 819,9 juta (termasuk paket bantuan US$760,6 juta untuk Indonesia), Jerman memberikan US$ 660 juta, Jepang US$ 500 juta, Kanada US$ 343 juta, Norwegia dan Belanda masing-masing US$ 183 juta, Amerika Serikat awalnya menjanjikan US$ 35 juta (kemudian dinaikkan menjadi US$350 juta), dan Bank Dunia memberikan US$ 250 juta.
Selain itu ada Italia menjanjikan US$95 juta, kemudian dinaikkan menjadi US$ 113 juta, $ 42 juta di antaranya disumbangkan oleh penduduk Italia menggunakan sistem SMS.
Di Sri Lanka mendapat banyak bantuan dari individu asing. Diantaranya warga Britania Raya yang menyumbangkan £330.000.000 sterling (hampir US$ 600.000.000). Jumlah ini melebihi sumbangan pemerintah dan diperkirakan bernilai £5,50 (US$10) per warga negara Britania Raya.
9. Hampir Megatsunami
Dengan korban lebih dari 230 ribu orang di 15 negara dunia. Tsunami di Samudra Hindia hampir disebut megatsunami. Di Indonesia sendiri, megatsunami terjadi saat gunung krakatau meletus 27 Agustus 1883 lalu. Gelombang tinggi 36 meter menewaskan sekitar 36 ribu di pesisir Jawa dan Sumatera.
Menurut sms-tsunami-warning.com, megastunami sendiri bergelombang jauh lebih tinggi dari tsunami biasa. Saat awal terjadi gelombang, biasanya ketinggian mencapai ratusan hingga ribuan meter.
Megatsunami tertinggi pernah terjadi di Lituya Bay, Alaska tahun 1958. Gelombang setinggi 523 meter terjadi di saksikan enam orang dan dua diantaranya meninggal. Megatsunami sendiri jarang terjadi, hal ini karena pemicunya biasanya jatuhnya asteroid, erupsi gunung berapi, dan longsoran besar.
10. Berkabung Tiga Hari
Demi menghormati korban kejadian Aceh, sehari setelah kejadian 27 Desember 2004, Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan hari berkabung selama tiga hari.
Selama itu, masyarakat Indonesia dari sabang - merauke diminta untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang. Sementara sebagai langkah awal, pemerintah mengucurkan dana Rp 50 miliar untuk bantuan obat-obatan, makanan, air bersih, tenda, dan pengurusan jenazah.
Rapat darurat penanganan bencana sempat dilakukan di Medan. SBY yang di jadwalkan akan ke Papua di hari itu menyusul Jusuf Kalla yang lebih dahulu.
Bangunan ini berkonsep rumoh Aceh dan on escape hill, referensi utamanya adalah nilai-nilai Islam, budaya lokal, dan abstraksi tsunami. Sangat artristik dengan empat lantai seluas 2.500 m².
Memperingati para korban, sejumlah nama dicantumkan di dinding salah satu ruang terdalam museum, dan warga masyarakat yang selamat dari bencana ini.
Selain perannya sebagai tugu peringatan bagi korban tewas, museum ini juga berguna sebagai tempat perlindungan dari bencana semacam ini pada masa depan, termasuk 'bukit pengungsian' bagi pengunjung jika tsunami terjadi lagi.
8. Donasi Belasan Miliar Dollar
Kejadian tsunami Samudra Hindia memunculkan simpatik banyak negara. Beberapa negara di belahan dunia berdonasi ke sejumlah negara yang terdampak. Total Belasan hingga Puluhan Miliar disumbangkan baik secara individu maupun lembaga.
Australia menjanjikan US$ 819,9 juta (termasuk paket bantuan US$760,6 juta untuk Indonesia), Jerman memberikan US$ 660 juta, Jepang US$ 500 juta, Kanada US$ 343 juta, Norwegia dan Belanda masing-masing US$ 183 juta, Amerika Serikat awalnya menjanjikan US$ 35 juta (kemudian dinaikkan menjadi US$350 juta), dan Bank Dunia memberikan US$ 250 juta.
Selain itu ada Italia menjanjikan US$95 juta, kemudian dinaikkan menjadi US$ 113 juta, $ 42 juta di antaranya disumbangkan oleh penduduk Italia menggunakan sistem SMS.
Di Sri Lanka mendapat banyak bantuan dari individu asing. Diantaranya warga Britania Raya yang menyumbangkan £330.000.000 sterling (hampir US$ 600.000.000). Jumlah ini melebihi sumbangan pemerintah dan diperkirakan bernilai £5,50 (US$10) per warga negara Britania Raya.
9. Hampir Megatsunami
Dengan korban lebih dari 230 ribu orang di 15 negara dunia. Tsunami di Samudra Hindia hampir disebut megatsunami. Di Indonesia sendiri, megatsunami terjadi saat gunung krakatau meletus 27 Agustus 1883 lalu. Gelombang tinggi 36 meter menewaskan sekitar 36 ribu di pesisir Jawa dan Sumatera.
Menurut sms-tsunami-warning.com, megastunami sendiri bergelombang jauh lebih tinggi dari tsunami biasa. Saat awal terjadi gelombang, biasanya ketinggian mencapai ratusan hingga ribuan meter.
Megatsunami tertinggi pernah terjadi di Lituya Bay, Alaska tahun 1958. Gelombang setinggi 523 meter terjadi di saksikan enam orang dan dua diantaranya meninggal. Megatsunami sendiri jarang terjadi, hal ini karena pemicunya biasanya jatuhnya asteroid, erupsi gunung berapi, dan longsoran besar.
10. Berkabung Tiga Hari
Demi menghormati korban kejadian Aceh, sehari setelah kejadian 27 Desember 2004, Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan hari berkabung selama tiga hari.
Selama itu, masyarakat Indonesia dari sabang - merauke diminta untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang. Sementara sebagai langkah awal, pemerintah mengucurkan dana Rp 50 miliar untuk bantuan obat-obatan, makanan, air bersih, tenda, dan pengurusan jenazah.
Rapat darurat penanganan bencana sempat dilakukan di Medan. SBY yang di jadwalkan akan ke Papua di hari itu menyusul Jusuf Kalla yang lebih dahulu.
(maf)
Lihat Juga :