Peran Ibu Perkuat Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi
Rabu, 23 Desember 2020 - 11:56 WIB
loading...
Hari ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hari ibu tahun ini diwarnai dengan suasana dan tantangan karena pandemi Covid-19
A
A
A
JAKARTA - Hari ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hari ibu tahun ini diwarnai dengan suasana dan tantangan karena pandemi Covid-19 yang masih terjadi. Kondisi berat dan berbeda ini sekaligus memperlihatkan dan membuktikan bahwa ibu tidak saja menjadi penjaga dan pengelola kehidupan keluarga, tetapi juga berperan besar untuk menjaga kesehatan maupun ekonomi keluarganya.
Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menampilkan beberapa sosok ibu yang tangguh. Pertama adalah Narsih, penjual jamu keliling. Sosok ibu ini terus berjuang di tengah impitan pandemi Covid-19, dan tetap berjuang sendiri setelah suaminya meninggal. “Saya sudah 25 tahun menjalankan usaha jamu keliling,” ujarnya.
Narsih juga menjadi salah satu dari 12 juta penerima manfaat yang mendapatkan Bantuan Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM). “Kemarin saya dapat Bantuan Produktif Rp2,4 juta itu alhamdulillah, memang setiap kesulitan akan ada jalan keluarnya,” ujar Narsih.
Sosok ibu lain yang berjuang di masa pandemi adalah Suwanti, pengusaha kerajinan tangan yang harus membuat terobosan agar usaha dan kesejahteraan para pengerajinnya bisa kembali maju seperti sebelum pandemi.
“Kreasi ini identik dengan pesta, berkaitan dengan pandemi, pesta jadi tidak ada. Akhirnya usaha kami mati total,” papar Suwanti.
Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menampilkan beberapa sosok ibu yang tangguh. Pertama adalah Narsih, penjual jamu keliling. Sosok ibu ini terus berjuang di tengah impitan pandemi Covid-19, dan tetap berjuang sendiri setelah suaminya meninggal. “Saya sudah 25 tahun menjalankan usaha jamu keliling,” ujarnya.
Narsih juga menjadi salah satu dari 12 juta penerima manfaat yang mendapatkan Bantuan Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM). “Kemarin saya dapat Bantuan Produktif Rp2,4 juta itu alhamdulillah, memang setiap kesulitan akan ada jalan keluarnya,” ujar Narsih.
Sosok ibu lain yang berjuang di masa pandemi adalah Suwanti, pengusaha kerajinan tangan yang harus membuat terobosan agar usaha dan kesejahteraan para pengerajinnya bisa kembali maju seperti sebelum pandemi.
“Kreasi ini identik dengan pesta, berkaitan dengan pandemi, pesta jadi tidak ada. Akhirnya usaha kami mati total,” papar Suwanti.
Lihat Juga :