Profil Sakti Wahyu Trenggono, Mantan Bendahara TKN Jokowi-Ma'ruf yang Jabat Menteri KKP
Selasa, 22 Desember 2020 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
Pria lulusan S-1 Teknik Industri Institut Teknologi Bandung dan S-2 Magister Management juga di kampus yang sama ini memulai karier di Federal Motor sebagai programmer pada 1986–1992. Dia juga menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan INKUD, dan juga sebagai komisaris di PT. Tower Bersama Tbk dari tahun 2009.
Selain itu, beliau juga menjabat sebagai Komisaris di PT. Merdeka Copper Gold Tbk dari tahun 2018. Tak hanya di menara, namanya juga masuk dalam daftar salah satu pengusaha lokal yang pertama bermain cloud melalui Indonesian Cloud. Pria ini juga salah satu inisiator berdirinya Asosiasi Penyedia Menara Telekomunikasi Indonesia (ASPMITEL).
Pada Jumat (25/10/2020) lalu, Presiden Jokowi memanggil Sakti Wahyu Trenggono bersama sejumlah nama lainnya seperti Wasekjen Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo dan politisi PPP Zainut Tauhid Sa'adi ke Istana. Usai bertemu Jokowi, Wahyu mengaku diminta membantu Menteri Pertahanan untuk mengembangkan sektor industri pertahanan. "Saya katakan saya siap bekerja," ujarnya kepada wartawan di Istana, kala itu.
Sakti Wahyu Trenggono dibesarkan di lingkungan keluarga yang sederhana. Kariernya dimulai ketika Trenggono menjadi karyawan di PT Astra International Tbk lewat program Astra Basic Training atau management trainee pada 1988. Statusnya saat itu masih sebagai mahasiswa semester akhir ITB dan belum mendapat gelar sarjana. Ia pun ditempatkan ke dalam unit bisnis informasi teknologi.
Selama menjadi Wamenhan, namanya memang tidak terlalu sering muncul karena kalah bersinar dari Prabowo Subianto sebagai Menhan. Belum lama ini, dirinya sempat memimpin acara penyerahan kartu tanda anggota (KTA) kader Bela Negara dan peluncuran website Bela Negara di Gedung Urip Sumohardjo Kemhan, Jakarta, bertepatan dengan momen Hari Bela Negara ke-72 Tahun 2020.
Selain itu, beliau juga menjabat sebagai Komisaris di PT. Merdeka Copper Gold Tbk dari tahun 2018. Tak hanya di menara, namanya juga masuk dalam daftar salah satu pengusaha lokal yang pertama bermain cloud melalui Indonesian Cloud. Pria ini juga salah satu inisiator berdirinya Asosiasi Penyedia Menara Telekomunikasi Indonesia (ASPMITEL).
Pada Jumat (25/10/2020) lalu, Presiden Jokowi memanggil Sakti Wahyu Trenggono bersama sejumlah nama lainnya seperti Wasekjen Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo dan politisi PPP Zainut Tauhid Sa'adi ke Istana. Usai bertemu Jokowi, Wahyu mengaku diminta membantu Menteri Pertahanan untuk mengembangkan sektor industri pertahanan. "Saya katakan saya siap bekerja," ujarnya kepada wartawan di Istana, kala itu.
Sakti Wahyu Trenggono dibesarkan di lingkungan keluarga yang sederhana. Kariernya dimulai ketika Trenggono menjadi karyawan di PT Astra International Tbk lewat program Astra Basic Training atau management trainee pada 1988. Statusnya saat itu masih sebagai mahasiswa semester akhir ITB dan belum mendapat gelar sarjana. Ia pun ditempatkan ke dalam unit bisnis informasi teknologi.
Selama menjadi Wamenhan, namanya memang tidak terlalu sering muncul karena kalah bersinar dari Prabowo Subianto sebagai Menhan. Belum lama ini, dirinya sempat memimpin acara penyerahan kartu tanda anggota (KTA) kader Bela Negara dan peluncuran website Bela Negara di Gedung Urip Sumohardjo Kemhan, Jakarta, bertepatan dengan momen Hari Bela Negara ke-72 Tahun 2020.
(maf)