Tak Pakai Masker Didenda Rp250.000, KNPI: Bebani Rakyat

Rabu, 13 Mei 2020 - 19:09 WIB
loading...
Tak Pakai Masker Didenda...
KNPI menilai sanksi denda Rp250.000 bagi warga yang tidak menggunakan masker di luar rumah sangat membebani masyarakat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Covid-19 DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Rusdi Hidayat menilai sanksi denda Rp250.000 bagi warga yang tidak menggunakan masker di luar rumah sangat membebani masyarakat. Maka itu, dia mengritik peraturan daerah (Perda) yang mengatur sanksi pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah itu. (Baca juga: Pemeriksaan Spesimen COVID-19 Kini Tersebar di 30 Provinsi)

"DPP KNPI menganggap perda tersebut sangat membebani warga, untuk itu DPP KNPI akan membagikan masker di DKI Jakarta," ujar Rusdi Hidayat dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/5/2020). (Baca juga: Bertambah 689, Jumlah Positif Corona di Indonesia Menjadi 15.438 Orang)

Adapun daerah yang menerapkan sanksi denda tersebut di antaranya, DKI Jakarta dan Kota Bogor. Di ibu kota, sanksi itu diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 41 Tahun 2020 tentang pengenaan sanksi. "Kalau ada warga DKI yang terkena sanksi karena diakibatkan oleh pergub tersebut, maka DPP KNPI membuka posko pengaduan dan akan membayar semua sanksi yang dikenakan, khusus warga yang belum dibagikan masker oleh bantuan Pemda DKI," ujarnya.

Dia menilai Pergub DKI Jakarta Nomor 41 Tahun 2020 terkait sanksi bagi warga DKI yang tidak menggunakan masker di luar rumah hanya membuat rakyat tambah sengsara. Sebab, kata dia, masalahnya situasi masyarakat sedang dalam kondisi sulit, sehingga uang sebesar Rp250.000 sangat berarti dalam situasi sekarang ini.

Kecuali, janji Pemerintah DKI Jakarta terkait pengadaan 20 juta masker sudah terealisasi sepenuhnya dan masyarakat sudah mendapatkan masker dari Pemerintah DKI. "Kalaupun sudah mendapatkan masker, berapa jumlah yang diterima masyarakat sudah sesuai belum dengan kebutuhan mereka di tengah waktu pandemi yang lama ini," katanya.

Selain itu, dia mengatakan, patut juga diawasi terkait target pengadaan 20 juta masker pemerintah DKI yang dikerjakan oleh pihak ketiga. Menurut dia, pengawasan itu sangat penting mengingat situasi seperti ini tidak sampai dimanfaatkan oleh pengusaha nakal.

"Kalau melihat spek masker yang diadakan pemerintah DKI dengan harga Rp5.500 harga ini terlalu tinggi karena spek masker tersebut biasa didapat dengan kisaran harga Rp4.000 - Rp4.500. Ini tentu saja akan merugikan keuangan negara," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
KLH Bakal Pidanakan...
KLH Bakal Pidanakan Pelanggar Tata Kelola Sampah di TPST Bantargebang
13 Orang Jadi Korban...
13 Orang Jadi Korban Longsor Bantar Gebang, Menteri LH Bakal Denda dan Pidana Pengelola
Multi Pemangku Kepentingan...
Multi Pemangku Kepentingan untuk Jaga Jakarta Bersih
Curah Hujan Tinggi,...
Curah Hujan Tinggi, Prabowo Minta Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Ditambah
IGA 2025 Resmi Dibuka,...
IGA 2025 Resmi Dibuka, Kepala BSKDN Tekankan Pentingnya Replikasi Inovasi
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Rekomendasi
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved