Pemberi Suap ke Mensos Ternyata Sekretaris HIPMI Jakarta Pusat dan Advokat
Jum'at, 18 Desember 2020 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Berikutnya, untuk Ardian IM. Sumber internal KPK menyebutkan, bahwa nama lengkapnya adalah Ardian Iskandar Maddanatja. Ardian diduga merupakan seorang pengusaha di sebuah perusahaan. Meski begitu, sumber ini belum mau mengungkap nama perusahaan tersebut dan hanya memberikan petunjuk. "Nama lengkap tersangka AIM itu Ardian Iskandar Maddanatja. Dia punya jabatan penting di satu perusahaan. Perusahaan itu ada kaitannya dengan satu orang yang ditangkap juga saat OTT. Kalau tersangka HS, nama lengkapnya memang Harry Van Sidabukke," tegas sumber tersebut kepada KORAN SINDO dan MNC News Portal.
Dari hasil penelusuran lanjutan, nama Ardian Iskandar Maddanatja terkadang tertulis hanya Ardian Maddanatja. Dengan menggunakan dua nama itu, berdasarkan penelusuran lanjutan, diperoleh data bahwa Ardian pernah menjabat sebagai Direktur di PT DVI serta menjadi person in charge (PIC) di PT MTI yang berkantor di Jakarta dan Vice President di BBHE.
Sejak beberapa bulan lalu, masih di tahun 2020, Ardian telah menjabat sebagai President Direktur PT Tigapilar Agro Utama (TAU). Perusahaan ini terkadang ditulis dengan nama PT Tiga Pilar Agro Utama (TPAU) dan singkatan PT TPAU. Meski berbeda kepanjangan nama dan singkatan, tapi memiliki akronim atau sebutan yang sama "TIGRA". Perusahaan ini berkantor di Jakarta Selatan.
Jika melihat pernyataan sumber internal KPK dengan singkatan nama perusahaan, maka perusahaan itu cocok dengan satu orang yang juga ditangkap KPK saat OTT yakni Wan Guntar selaku Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama (TPAU). Nama Wan dan perusahaa disampaikan KPK saat konferensi pers pada Minggu (6/12/2020) dini hari.
Dari hasil penelusuran lanjutan, nama Ardian Iskandar Maddanatja terkadang tertulis hanya Ardian Maddanatja. Dengan menggunakan dua nama itu, berdasarkan penelusuran lanjutan, diperoleh data bahwa Ardian pernah menjabat sebagai Direktur di PT DVI serta menjadi person in charge (PIC) di PT MTI yang berkantor di Jakarta dan Vice President di BBHE.
Sejak beberapa bulan lalu, masih di tahun 2020, Ardian telah menjabat sebagai President Direktur PT Tigapilar Agro Utama (TAU). Perusahaan ini terkadang ditulis dengan nama PT Tiga Pilar Agro Utama (TPAU) dan singkatan PT TPAU. Meski berbeda kepanjangan nama dan singkatan, tapi memiliki akronim atau sebutan yang sama "TIGRA". Perusahaan ini berkantor di Jakarta Selatan.
Jika melihat pernyataan sumber internal KPK dengan singkatan nama perusahaan, maka perusahaan itu cocok dengan satu orang yang juga ditangkap KPK saat OTT yakni Wan Guntar selaku Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama (TPAU). Nama Wan dan perusahaa disampaikan KPK saat konferensi pers pada Minggu (6/12/2020) dini hari.