Gatot Ajak Hilangkan istilah Kampret-Kadrun, Warganet: Setuju!

Kamis, 17 Desember 2020 - 10:49 WIB
loading...
Gatot Ajak Hilangkan...
Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal Purn Gatot Nurmantyo. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menggunakan istilah kampret ataupun kadrun.

Menurut dia, sebutan kampret ataupun kadrun sama saja merendahkan bangsa ini. Imbauan itu disampaikan Gatot Nurmantyo dalam potongan video yang diunggahnya di media sosial Instagramnya, Kamis (17/12/2020). Unggahan itu berjudul "Jangan Merendahkan Bangsaku".

"Dalam kesempatan ini saya mengimbau secara tidak sadar ataupun sadar, sengaja ataupun tidak sengaja, kita anak bangsa ini sudah merendahkan, bahkan melecehkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan mempunyai sebutan masing-masing, ada yang sebutan kadrun, ada juga kampret," kata Gatot Nurmantyo.

Gatot yang saat ini menjadi Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini mengatakan, kampret adalah binatang. "Padahal ciptaan Tuhan kita manusia semuanya," ungkapnya.(Baca juga: Ada Kebencian di Cebong, Kampret, dan Kadrun, Masih Mau Gunakan Istilah Itu? )

Maka itu, dia mengajak masyarakat untuk bernegara dengan santun. "Hilangkan kata-kata seperti itu, kembalilah kepada bangsa Indonesia yang berbudaya tinggi, memanggil kata-kata mas, kakak, abang, panggil ucok, dan lain sebagainya, sehingga bangsa melihat kita bangsa yang terhormat," pungkasnya.

Adapun video unggahan itu telah diputar 57.631 kali dan diramaikan oleh komentar penghuni jagad media sosial Instagram. Tercatat video ini sudah direspons 491 komentar. "Sepakat..sepakat..sepakat.. NKRI harga mati," tulis pemilik akun @yudoitengpp.

"Setuju (icon jempol), sehat selalu ya pak," tulis warganet lainnya, @ayu.rachmawatii.(Baca juga: Pengamat: Sulit Membayangkan Ganjar Pranowo Jadi 'Kampret atau Kadrun' di 2024 )

"Benar sekali Pak," tulis pemilik akun @iwan.kurniawan.ik675
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
Rekomendasi
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Warganet Kecewa, Ramai-ramai...
Warganet Kecewa, Ramai-ramai Unfollow Akun Medsos Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved