Survei Maverick: Media Online dan Medsos Jadi Andalan Anak Muda

Selasa, 15 Desember 2020 - 23:38 WIB
loading...
Survei Maverick: Media...
Pola konsumsi berita generasi muda saat ini menunjukkan portal berita online dan media sosial merupakan sumber informasi utama bagi mereka..Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pola konsumsi berita generasi muda saat ini menunjukkan portal berita online dan media sosial merupakan sumber informasi utama bagi mereka.

Hasil survei Maverick Indonesia menunjukkan sekitar 81% dari 453 responden berusia 18 sampai 32 tahun di Jabodetabek dan Bandung menggunakan kedua platform tersebut untuk mengakses berita dalam aktivitas mereka sehari-hari.

Data tersebut menjadi bukti penting adanya perubahan ekosistem informasi generasi muda yang perlu ditanggapi oleh para praktisi komunikasi.

Di antara berbagai saluran digital, media sosial Instagram menjadi sumber informasi utama bagi 89% responden, diikuti oleh YouTube sebesar 77%.

Hal ini selaras dengan laporan The 2020 Reuters Digital News Report yang mengindikasikan aspek visual dan real time menjadi faktor penting bagi popularitas kedua platform tersebut.

Selain itu, sebanyak 43% responden menyatakan mereka mendapatkan berita melalui aplikasi pesan singkat. Line menjadi aplikasi yang paling populer dengan 54% responden penggunanya mengonsumsi berita melalui news aggregator seperti Line Today.

Pengguna Line saat ini didominasi oleh generasi muda yang berusia di bawah 23 tahun. “Generasi muda akan menjadi konsumen utama di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi kami, para praktisi komunikasi untuk memahami bagaimana pandangan dan perilaku mereka dalam mengonsumsi pemberitaan di era digital ini agar kami dapat menyusun strategi komunikasi yang relevan dan tepat sasaran,” ujar Direktur Monitoring and Analytics Maverick Indonesia Felicia Nugroho dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Selasa (15/12/2020).

Mengenai perubahan perilaku konsumsi berita yang terjadi akibat digitalisasi, hasil survei terhadap generasi muda menunjukkan kredibilitas dan kecepatan media dalam meliput isu-isu terkini menjadi poin pertimbangan utama mereka dalam memilih portal berita.(Baca juga: AMSI Perkuat Komitmen Jaga Kualitas Produk Jurnalistik )

Kecenderungan tersebut terlihat jelas pada responden dengan kelompok usia 27-32 tahun. Selain itu, responden juga lebih memilih untuk membaca artikel yang tidak terlalu panjang tetapi tetap bisa menggambarkan situasinya secara jelas. Hal ini mengindikasikan adanya tren perubahan format berita.

Temuan-temuan tersebut dapat disimpulkan menjadi salah satu cermin bahwa generasi muda merupakan pihak yang masih aktif dalam mencari dan mengonsumsi berita.

Namun, adanya perubahan pola konsumsi berita yang kini memasuki ranah digital, tentunya akan semakin memengaruhi perkembangan industri media ke depannya.(Baca juga: TNI AD Akui Hadapi Ratusan Serangan Siber Setiap Hari )

Manager Analytics Maverick Indonesia, Karen Kusnadi menjelaskan, media konvensional masih menjadi sumber berita paling kredibel sehingga eksistensi dan kontribusi mereka di dunia komunikasi akan terus signifikan.

Menurut dia, apa yang menjadi "pekerjaan rumah" praktisi komunikasi adalah membawa berita yang kredibel tersebut ke dalam information ecosystem generasi muda, yaitu media sosial agar peluang generasi muda untuk membaca berita tersebut semakin tinggi.

"Oleh karena itu, pendekatan multikanal melalui paid, earned, shared, dan owned media menjadi penting untuk menjangkau para generasi muda ini,” ujar Karen.

Pendekatan strategi komunikasi terintegrasi yang dikenal dengan paid, earned, shared dan owned (PESO) media berfokus kepada penggunaan berbagai kanal media, baik online maupun offline untuk mencapai tujuan komunikasi.

Pendekatan komunikasi yang semakin populer di era digital ini tidak ragu mengombinasikan teknik-teknik periklanan, humas, maupun komunikasi digital untuk menjangkau audiens.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Rekomendasi
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
Berita Terkini
Penampakan Roy Suryo...
Penampakan Roy Suryo usai Ditahan: Menenteng Rompi Oranye, Enggan Komentar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved