AMSI Perkuat Komitmen Jaga Kualitas Produk Jurnalistik
Selasa, 15 Desember 2020 - 18:47 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun ini ada dua peristiwa besar yakni pandemi dan pilkada. Hoaks juga meningkat. Untuk menekan hoaks, kata Wens, AMSI menggelar Cek Fakta Pilkada di sejumlah wilayah. Kegiatan ini berkolaborasi dengan sejumlah stakeholder seperti Google.
AMSI juga menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) dengan penyelenggara Pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). "Media-media AMSI ikut menyapu sampah hoaks, agar kualitas proses Pilkada membaik," ujarnya.
Berkaitan dengan IDC, Wens mengatakan AMSI memilih tema inovasi karena selama pandemi Covid-19 terjadi pembatasan ruang gerak aktivitas sosial demi kesehatan. “Di tengah kesulitan itu akhirnya kita menemukan bahwa teknologi bisa menjadi solusi, dan inovasi akan membuka jalan,” ujarnya.
Wens mencatat selama masa pandemi ini, pada sektor kesehatan banyak muncul inovasi dari perguruan tinggi, misalnya ventilator dan inovasi produk masker. “Kami mencatat ada 60 inovasi dalam dunia kesehatan yang muncul selama pandemi, dan layak mendapat apresiasi, media harus menyajikannya kepada publik,” tuturnya.
Inovasi itu muncul dari banyak tempat, bukan hanya lembaga riset formal tapi juga pemerintah daerah dan masyarakat umum. Dia mengatakan, perlu kolaborasi memaksimalkan inovasi-inovasi itu. “Sebab di era digital ini makin kita kolaboratif, akan makin efektif dan hasilnya akan makin efisien,” ujarnya.
Tercatat hingga 15 Desember pagi tercatat 4.000 orang telah mendaftar. Ketua Panitia IDC 2020 Anthony Wonsono mengatakan, selain yang telah mendaftar, ada pula yang ikut menyaksikan.
“Kami juga mendapat kehormatan ada 25 narasumber dari swasta, industri siber dan pers termasuk Pak William Tanuwijaya dan banyak sekali narasumber dari dalam dan luar negeri,” kata Direktur Berita Satu Media Holdings ini.
AMSI juga menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) dengan penyelenggara Pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). "Media-media AMSI ikut menyapu sampah hoaks, agar kualitas proses Pilkada membaik," ujarnya.
Berkaitan dengan IDC, Wens mengatakan AMSI memilih tema inovasi karena selama pandemi Covid-19 terjadi pembatasan ruang gerak aktivitas sosial demi kesehatan. “Di tengah kesulitan itu akhirnya kita menemukan bahwa teknologi bisa menjadi solusi, dan inovasi akan membuka jalan,” ujarnya.
Wens mencatat selama masa pandemi ini, pada sektor kesehatan banyak muncul inovasi dari perguruan tinggi, misalnya ventilator dan inovasi produk masker. “Kami mencatat ada 60 inovasi dalam dunia kesehatan yang muncul selama pandemi, dan layak mendapat apresiasi, media harus menyajikannya kepada publik,” tuturnya.
Inovasi itu muncul dari banyak tempat, bukan hanya lembaga riset formal tapi juga pemerintah daerah dan masyarakat umum. Dia mengatakan, perlu kolaborasi memaksimalkan inovasi-inovasi itu. “Sebab di era digital ini makin kita kolaboratif, akan makin efektif dan hasilnya akan makin efisien,” ujarnya.
Tercatat hingga 15 Desember pagi tercatat 4.000 orang telah mendaftar. Ketua Panitia IDC 2020 Anthony Wonsono mengatakan, selain yang telah mendaftar, ada pula yang ikut menyaksikan.
“Kami juga mendapat kehormatan ada 25 narasumber dari swasta, industri siber dan pers termasuk Pak William Tanuwijaya dan banyak sekali narasumber dari dalam dan luar negeri,” kata Direktur Berita Satu Media Holdings ini.
Lihat Juga :