BSSN Komitmen Dorong Keamanan Siber Ekonomi Digital
Senin, 14 Desember 2020 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
Ekonomi digital di Indonesia saat ini sudah berbasis sharing platform economy, khususnya marketplace, fintech dan ride sharing, perekonomian bergeser ke arah digital. Seiring dengan itu ancaman baru muncul, antara lain penyalahgunaan data pribadi dan cybercrime.
“Banyak pelaku ekonomi digital (start up) baru yang tidak memperhatikan keamanan siber. Mislanya startup fintech illegal yang menganggu kenyamanan customernya dengan melakukan ‘teror’ penagihan misalnya,” jelas Nunil.
Sementara itu, dalam berbagai kesemapatan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen. TNI (Purn) Hinsa Siburian menegaskan, pertumbuhan nilai ekonomi berbasis internet di Asia Tenggara yang diperkirakan mencapai USD 100 milar menjadi peluang bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia itu, menurut dia, dibutuhkan regulasi dan infrastruktur teknologi.
"Tanpa regulasi, kita kehilangan peluang sosial ekonomi, bahkan keamanan negara terancam, karena data pribadi merupakan komoditas bisnis dan kerahasiaan warga negara," kata Hinsa.
Untuk itu, dalam upaya mewujudkan siber yang aman di sektor ekonomi digital, BSSN menggandeng stakeholder lainnya seperti Bank Indonesia, OJK, dan Kementerian Kominfo saling berkoordinasi.
“Banyak pelaku ekonomi digital (start up) baru yang tidak memperhatikan keamanan siber. Mislanya startup fintech illegal yang menganggu kenyamanan customernya dengan melakukan ‘teror’ penagihan misalnya,” jelas Nunil.
Sementara itu, dalam berbagai kesemapatan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen. TNI (Purn) Hinsa Siburian menegaskan, pertumbuhan nilai ekonomi berbasis internet di Asia Tenggara yang diperkirakan mencapai USD 100 milar menjadi peluang bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia itu, menurut dia, dibutuhkan regulasi dan infrastruktur teknologi.
"Tanpa regulasi, kita kehilangan peluang sosial ekonomi, bahkan keamanan negara terancam, karena data pribadi merupakan komoditas bisnis dan kerahasiaan warga negara," kata Hinsa.
Untuk itu, dalam upaya mewujudkan siber yang aman di sektor ekonomi digital, BSSN menggandeng stakeholder lainnya seperti Bank Indonesia, OJK, dan Kementerian Kominfo saling berkoordinasi.
Lihat Juga :